Ekonomi

Dampak Pengalihan Aset Hotel terhadap Kinerja Keuangan PT Krakatau Steel

PT Krakatau Steel (KRAS) mengalihkan aset hotelnya kepada PT Hotel Indonesia Natour, yang berdampak pada penurunan laba bersih dan kondisi keuangan perusahaan.

V
Vina Maharani
02 July 2026 47 pembaca
Ilustrasi aktivitas pekerja (Foto: Dok. Krakatau Steel)
Ilustrasi aktivitas pekerja (Foto: Dok. Krakatau Steel)

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melalui anak perusahaannya, PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI), telah memutuskan untuk mengalihkan aset hotel yang dikenal sebagai The Royale Krakatau Hotel kepada PT Hotel Indonesia Natour (PT HIN). PT KSI merupakan perusahaan yang sepenuhnya dikendalikan oleh KRAS dengan kepemilikan saham mencapai 99 persen. Sementara itu, PT HIN merupakan afiliasi KRAS, di mana kepemilikan sahamnya terdiri dari 0,01 persen oleh Negara Republik Indonesia dan 99,99 persen oleh InJourney.

Menurut keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 2 Juli 2026, nilai transaksi pengalihan aset tersebut mencapai Rp312 miliar, yang setara dengan 2,58 persen dari ekuitas KRAS berdasarkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit per 31 Desember 2025, yang tercatat sebesar USD725.509.000. Manajemen KRAS menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari konsolidasi hotel yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dampak Terhadap Kinerja Keuangan KRAS

Analisis yang disampaikan dalam keterbukaan informasi menunjukkan bahwa pemisahan aset hotel ini memberikan dampak signifikan terhadap kondisi keuangan KRAS. Aset perusahaan mengalami penurunan kecil sebesar 0,02 persen menjadi USD2.765.390 dari sebelumnya USD2.765.810. Di sisi lain, liabilitas KRAS juga meningkat dari USD2.040.304 menjadi USD2.042.880 setelah transaksi berlangsung. Akibat perubahan ini, ekuitas KRAS mengalami penyusutan menjadi USD722.510, turun dari USD725.509.

Transaksi ini juga mempengaruhi performa laba-rugi KRAS, di mana penjualan bersih diproyeksikan menurun dari USD959.839 menjadi USD955.403. Sementara itu, beban pokok penjualan KRAS diperkirakan akan berkurang menjadi USD905.039 dari sebelumnya USD909.094. Dengan demikian, laba bersih Perseroan mengalami penurunan kecil dari USD339.640 menjadi USD339.595 setelah transaksi dilaksanakan.

Tujuan Pengalihan Aset

Manajemen KRAS menyatakan bahwa pengalihan ini bertujuan untuk menciptakan sinergi operasional yang lebih kuat, meningkatkan standar pelayanan, serta memastikan bahwa aset akomodasi dikelola oleh entitas yang memiliki keahlian dan jaringan yang luas dalam industri pariwisata nasional. "Sehingga mampu memberikan nilai tambah (value creation) yang lebih optimal bagi seluruh pemegang saham," tulis manajemen KRAS.

Di sisi lain, pemisahan ini dianggap memberikan ruang strategis yang signifikan bagi PT KSI untuk melakukan pemurnian bisnis. Dengan melepaskan portofolio non-inti di sektor perhotelan, PT KSI dapat lebih fokus dalam mengalokasikan seluruh sumber daya, modal, dan kapabilitas manajemennya untuk mengembangkan pilar bisnis utamanya, yaitu pengelolaan kawasan industri terintegrasi, penyediaan infrastruktur dasar, serta layanan logistik strategis. Manajemen KRAS berharap bahwa fokus yang lebih tajam ini dapat mempercepat pertumbuhan performa komersial PT KSI, meningkatkan efisiensi alokasi modal, dan pada akhirnya memperkuat posisi PT KSI sebagai penyedia solusi infrastruktur industri yang kompetitif dan berkelanjutan.

Artikel Terkait