Politikus senior Partai Golkar, Nurdin Halid, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang diadakan di Hotel Claro, Makassar, pada Sabtu, 18 Juli 2026. Nurdin menilai para kader telah menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi dinamika menjelang Musda.
Menurutnya, perbedaan pilihan dan dukungan dapat diselesaikan dengan tetap menjunjung etika serta keputusan organisasi. “Saya sangat mengapresiasi para kader Partai Golkar Sulawesi Selatan yang telah mempertontonkan proses demokrasi yang beradab. Meskipun sebelumnya berkembang berbagai dinamika, seluruh kader tetap mampu menjaga kehormatan dan soliditas organisasi,” kata Nurdin.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut menyatakan bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang biasa dalam perjalanan sebuah partai politik. Setiap kader Golkar, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk kembali bersatu setelah organisasi menetapkan keputusan. Nurdin menekankan bahwa kader Partai Golkar selalu menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan semangat gotong royong, yang menjadi roh yang tertanam dalam diri setiap kader.
Ucapan Selamat kepada IAS
Nurdin juga menyambut baik terpilihnya Ilham Arief Sirajuddin atau IAS sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. IAS ditetapkan secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal dalam Musda XI Golkar Sulsel. “Saya mengucapkan selamat kepada Pak Ilham Arief Sirajuddin yang telah terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan,” kata Nurdin.
Dia menjelaskan bahwa terpilihnya IAS merupakan hasil dari proses dan dinamika panjang yang berkembang di lingkungan Golkar Sulsel. Dukungan yang diberikan para kader menjadi amanah bagi IAS untuk menyatukan seluruh kekuatan partai. “Terpilihnya Pak IAS merupakan pilihan kader yang lahir dari proses dan dinamika yang panjang. Dinamika tersebut membuat Golkar semakin sehat dan para kader semakin solid,” tuturnya.
Nurdin berharap kepengurusan Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan IAS dapat memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten, kota, kecamatan, dan desa. Dia juga berharap kepengurusan baru mampu mengembalikan kejayaan Golkar di Sulawesi Selatan, dengan berpegang pada doktrin karya dan kekaryaan. “Dengan doktrin karya dan kekaryaan, Partai Golkar harus semakin siap bekerja mengawal agenda kebangsaan dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Nurdin mengibaratkan dinamika yang berlangsung menjelang Musda sebagai vitamin bagi organisasi. Menurutnya, perbedaan pilihan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan energi untuk memperkuat partai dalam menghadapi tantangan politik mendatang. “Dinamika di Golkar itu ibarat vitamin yang akan membuat partai semakin sehat dan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkas Nurdin.