PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) berencana untuk memberikan dividen tunai kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Namun, dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, nilai dividen yang akan dibagikan kali ini mengalami penurunan, seiring dengan adanya tekanan yang masih membayangi kinerja keuangan perusahaan.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 12 Mei 2026, CHEM memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp573,81 juta, yang setara dengan Rp0,33 per saham. Pembayaran dividen tersebut dijadwalkan akan dilakukan pada 17 Juni 2026. Tanggal cum dividend di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 22 Mei 2026, sementara ex dividend akan jatuh pada 25 Mei 2026. Daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen akan ditentukan pada 26 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Perbandingan Dividen dengan Tahun Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, nilai dividen CHEM kali ini terlihat jauh lebih rendah. Pada tahun buku 2024, perusahaan masih memberikan dividen sebesar Rp0,77 per saham. Bahkan pada tahun 2023, dividen CHEM sempat mencapai Rp1,21 per saham. Dengan nilai dividen sebesar Rp0,33 per saham, investor yang memiliki 1 lot saham CHEM, yang setara dengan 100 lembar saham, berpotensi mendapatkan dividen tunai sekitar Rp33 bruto sebelum pajak. Setelah dipotong pajak dividen sebesar 10 persen, nilai bersih yang akan diterima investor berkisar di Rp30 per lot saham.
Kinerja Keuangan yang Menurun
Penurunan nilai dividen tersebut sejalan dengan melemahnya performa keuangan perusahaan dalam beberapa kuartal terakhir. Data laporan keuangan menunjukkan bahwa pendapatan CHEM pada kuartal I-2026 turun menjadi Rp44 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp62 miliar. Tekanan juga terlihat pada sisi profitabilitas, di mana CHEM mencatat rugi bersih sebesar Rp3 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari laba Rp1 miliar pada kuartal I-2025.
Margin usaha perusahaan mengalami tekanan setelah laba kotor turun menjadi Rp7 miliar dari sebelumnya Rp9 miliar. Sementara itu, beban usaha masih berada di kisaran Rp9 miliar, sehingga CHEM mencatat rugi usaha sekitar Rp2 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Dari sisi rasio keuangan, kondisi perusahaan juga terlihat belum sepenuhnya pulih. Return on Equity (ROE) kuartalan berada di level negatif 2,30 persen, sedangkan Return on Assets (ROA) tercatat minus 1,40 persen. EPS kuartalan CHEM juga berubah negatif menjadi minus 1,53, padahal pada kuartal II dan III tahun 2025, perusahaan masih mencatat EPS positif masing-masing 0,91 dan 0,38.
Meski dalam kondisi tekanan laba, perusahaan tetap mempertahankan pembagian dividen. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, CHEM masih membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,91 miliar dengan total ekuitas mencapai Rp115,96 miliar.