Kesehatan

Efektivitas Masker Basah dalam Melindungi dari Abu Vulkanik

Di tengah penyebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, masyarakat menggunakan masker sebagai perlindungan. Namun, ada anggapan bahwa masker yang dibasahi lebih efektif, yang ternyata tidak diduk...

E
Eira Orelia
07 September 2026 32 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/macky_ch
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/macky_ch

Jakarta - Dengan adanya penyebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mencapai beberapa daerah termasuk Jakarta, penggunaan masker menjadi salah satu cara perlindungan yang banyak diandalkan masyarakat saat beraktivitas di luar rumah. Namun, di media sosial muncul pendapat bahwa membasahi masker sebelum digunakan dapat meningkatkan efektivitasnya dalam menangkal abu vulkanik. Apakah hal ini benar?

Seorang pengguna di media sosial menyatakan, "Kalau pakai masker, sebisa mungkin masker KN seperti zaman COVID, bukan hanya masker bedah hijau. Basahi masker dengan air supaya agak lembab. Supaya debunya terperangkap di luar masker, tidak beterbangan menembus masker. Sebisa mungkin malah pakai kacamata safety," tulis akun call** di Threads.

Pendapat Ahli Mengenai Masker Basah

Dokter spesialis paru, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), menjelaskan bahwa anggapan mengenai efektivitas masker yang dibasahi dalam melindungi dari abu vulkanik tidak memiliki dasar ilmiah. "Setahu saya tidak ada penelitian ilmiah yang mengkaji hubungan antara masker yang dibasahi atau tidak terhadap abu vulkanik, jadi secara ilmiah tidak bisa dijawab secara pasti," ungkapnya saat dihubungi.

Prof. Tjandra yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menambahkan bahwa masker tidak dapat memberikan perlindungan 100 persen dari paparan abu vulkanik. "Masker itu apapun bentuknya adalah salah satu bentuk perlindungan. Tidak bisa dikatakan bahwa penggunaan masker mau bentuk apapun juga akan 100 persen aman dari abu vulkanik, kalau kadar abu vulkaniknya sedang tinggi," jelasnya.

Pentingnya Informasi Kadar Abu Vulkanik

Oleh karena itu, Prof. Tjandra menekankan pentingnya pemerintah untuk terus memberikan informasi yang akurat mengenai kadar abu vulkanik di masing-masing wilayah. "Karena kan beda-beda kadarnya kan? Kalau bisa pagi sore diberitahukan bahwa hari ini sedang sekian, sore sedang sekian sehingga orang bisa lebih waspada," katanya.

Dia juga menambahkan, "Tetapi apapun kadar itu, masker itu tidak bisa 100 persen menjamin (terhindar dari paparan), yang ada dalam rekomendasi itu gunakan masker. Apakah itu N95 atau bukan, tentu saja N95 akan lebih bagus karena proteksinya lebih baik," tutupnya.

Dengan demikian, meskipun penggunaan masker tetap disarankan, efektivitasnya dalam melindungi dari abu vulkanik tidak bisa dianggap mutlak.

Artikel Terkait