Jakarta - Banyak orang mungkin sudah sering mendengar berbagai saran untuk hidup lebih lama dan sehat, seperti memperbanyak konsumsi sayuran, tidur selama delapan jam, rutin berolahraga, mengelola stres, serta menghindari alkohol dan rokok. Namun, satu kebiasaan mudah yang paling berdampak dalam membantu memanjangkan umur adalah jalan kaki beberapa menit di pagi hari. Dikutip dari laman EatingWell, berjalan kaki selama 10 menit saja setiap hari sudah dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jangka panjang. Berikut sejumlah alasan mengapa jalan kaki di pagi hari dapat menjadi kebiasaan yang mendukung umur panjang.
Menyehatkan Jantung
Berjalan kaki setiap pagi menjadi salah satu cara yang mudah dilakukan sekaligus didukung banyak penelitian untuk membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Aktivitas ini meningkatkan denyut jantung dan membantu sistem kardiovaskular bekerja secara optimal. Olahraga aerobik yang dilakukan secara rutin dapat memperkuat otot jantung, melancarkan sirkulasi darah, serta menjaga kelenturan pembuluh darah. Berbagai manfaat tersebut membantu mengurangi beban kerja jantung dan menurunkan risiko terjadinya gangguan jantung. Ahli jantung Bradley Serwer, M.D., menjelaskan bahwa olahraga aerobik secara rutin memberikan manfaat yang sangat baik bagi kesehatan jantung. "Olahraga aerobik secara teratur memiliki manfaat kardiovaskular yang sangat baik," jelas Bradley. "Kita tahu dari banyak penelitian bahwa setidaknya 150 menit aktivitas aerobik per minggu dapat menurunkan risiko kematian secara keseluruhan sebesar 20 hingga 30%. Itu berarti lima kali jalan kaki selama 30 menit dalam seminggu," tambahnya.
Menurunkan Risiko yang Berkaitan dengan Penuaan
Jalan kaki secara rutin membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit yang lebih sering muncul seiring bertambahnya usia, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Kondisi-kondisi tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu berkaitan dengan peradangan kronis atau respons imun tingkat rendah yang dapat merusak kesehatan dalam jangka panjang. Aktivitas aerobik dengan intensitas sedang, termasuk berjalan kaki, diketahui dapat membantu mengurangi peradangan sistemik sehingga diduga menjadi salah satu alasan mengapa kebiasaan ini dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit terkait usia. "Membangun rutinitas pagi yang sehat sesederhana jalan-jalan santai di taman dapat membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol, dan meningkatkan sensitivitas insulin," kata dokter spesialis penyakit dalam, Yoshua Quinones, M.D. "Perubahan ini secara signifikan menurunkan risiko tiga penyebab utama kematian, termasuk penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes tipe 2," tambahnya.
Mendukung Kesehatan Otak dan Mental
Umur panjang tidak hanya ditentukan oleh kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan kognitif. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki dapat meningkatkan aliran darah ke otak, mendukung pembentukan koneksi saraf baru, serta membantu melindungi otak dari penurunan fungsi kognitif akibat penuaan, termasuk demensia dan penyakit Alzheimer. Selain itu, berjalan kaki juga merangsang pelepasan hormon endorfin dan serotonin yang berperan dalam mengatur suasana hati, mengurangi kecemasan, dan membantu meredakan gejala depresi. "Berada di luar ruangan dan terpapar sinar matahari memiliki manfaat fisik dan mental yang sangat besar, seperti mengurangi gejala depresi, menurunkan kecemasan, dan menurunkan kadar kortisol," jelas Bradley.
Meningkatkan Kualitas Tidur
Berjalan kaki pada pagi hari di bawah sinar matahari tidak hanya memberikan asupan vitamin D. Cahaya alami pada pagi hari juga membantu mengatur ritme sirkadian tubuh sehingga seseorang lebih mudah tertidur pada malam hari dan memperoleh tidur yang lebih nyenyak. Ini bisa berperan dalam memperpanjang usia dengan membantu meningkatkan kualitas tidur. "Gangguan ritme sirkadian dikaitkan dengan obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan bahkan beberapa jenis kanker," kata Quinones. Sebuah studi kohort prospektif berskala besar juga menemukan bahwa pada orang dengan kebiasaan tidur yang paling buruk, menambah waktu tidur sekitar lima menit, dikombinasikan dengan dua menit aktivitas fisik intensitas sedang seperti jalan cepat serta sedikit perbaikan pola makan, berpotensi menambah harapan hidup sekitar satu tahun.