PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp6,54 triliun, yang setara dengan Rp56,3 per saham. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan di Jakarta pada hari Selasa, 20 Mei 2026. Persetujuan untuk pembagian dividen ini diperoleh dengan dukungan 99,72 persen dari total suara yang hadir pada rapat tersebut.
Dividen yang akan dibagikan berasal dari laba bersih untuk tahun buku 2025 dan dijadwalkan akan dibayarkan kepada para pemegang saham pada tanggal 19 Juni 2026. Dalam risalah rapat, manajemen HMSP menyampaikan bahwa akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen di pasar reguler dan negosiasi akan berakhir pada 26 Mei 2026. Tanggal pencatatan pemegang saham atau recording date ditetapkan pada 2 Juni 2026.
Perubahan Direksi Perusahaan
Manajemen HMSP menyatakan, “Menyetujui untuk membagikan sejumlah Rp6.548.707.729.470 atau Rp56,3 per saham sebagai dividen tunai.” Selain itu, pemegang saham juga menyetujui perubahan dalam susunan direksi perusahaan. Umer Jawaid resmi diangkat sebagai direktur baru menggantikan Johan Bink. Selain itu, Virawaty dan Joy Kartika Widjaja juga ditunjuk sebagai direktur baru dengan masa jabatan hingga penutupan RUPST tahun 2030. Di sisi lain, Elvira Lianita telah mengundurkan diri dari posisi direktur.
Dengan adanya perubahan ini, susunan direksi HMSP kini dipimpin oleh Presiden Direktur The Ivan Cahyadi, bersama dengan direktur lainnya yaitu Andre Dahan, Sharmen Karthigasu, Yohan Lesmana Tjhin, Reno Bontemps, Houria Raselma, Rianto Probo Hartono, Umer Jawaid, Virawaty, dan Joy Kartika Widjaja.
Laporan Tahunan dan Audit Keuangan
Pada agenda lainnya, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan serta pengesahan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun buku 2025. Kantor akuntan publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, yang merupakan bagian dari jaringan PricewaterhouseCoopers, kembali ditunjuk untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026. RUPST juga menyetujui perubahan anggaran dasar yang berkaitan dengan penyesuaian klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) sesuai dengan peraturan terbaru dari Badan Pusat Statistik tahun 2025.
Di pasar saham, pergerakan saham HMSP masih mengalami tekanan. Hingga penutupan perdagangan pada hari Rabu pukul 16.05 WIB, saham HMSP mengalami penurunan 10 poin atau 1,37 persen menjadi Rp720. Saham HMSP sempat bergerak dalam rentang harga Rp715 hingga Rp750 selama sesi perdagangan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp16,2 miliar dengan volume perdagangan mencapai 22,16 juta saham dan frekuensi transaksi sekitar 221,58 ribu kali. Meskipun saham mengalami penurunan, pembagian dividen HMSP menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga distribusi laba kepada pemegang saham, meski dalam kondisi industri konsumsi yang menantang dan penurunan daya beli domestik.