Politik

IAS Sebut Restu Bahlil Jadi Faktor Dukungan di Musda Golkar Sulsel

Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengungkapkan bahwa dukungan dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, berperan penting dalam mengumpulkan 32 dukungan untuk pencalonannya di Musda Golkar Sulsel.

I
Indriani Atmaja
17 July 2026 37 pembaca
Ilham Arief Sirajuddin mengembalikan formulir bakal calon ketua Golkar Sulsel di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Jumat, (17/7/2026).
Ilham Arief Sirajuddin mengembalikan formulir bakal calon ketua Golkar Sulsel di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Jumat, (17/7/2026).

Bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menyatakan bahwa dukungan dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menjadi salah satu faktor yang mendorong banyaknya dukungan untuk pencalonannya dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel. Pernyataan ini disampaikan IAS setelah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Makassar, pada Jumat (17/7/2026).

Menurut IAS, restu yang diberikan Ketua Umum DPP Golkar melalui surat diskresi turut memengaruhi sikap para pemilik suara dalam menentukan dukungan pada Musda Golkar Sulsel. "Restu Pak Ketum Bahlil menjadi faktor banyaknya dukungan kepada saya," ujar IAS.

Dalam proses pengembalian formulir, mantan Wali Kota Makassar ini menyerahkan berkas dukungan dari total 32 unsur kelembagaan internal Partai Golkar. Dukungan tersebut terdiri atas 22 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, tiga organisasi pendiri yaitu Kosgoro, Soksi, dan MKGR, serta lima organisasi yang didirikan Golkar, yaitu AMPI, AMK, Al-Hidayah, MDI, dan Satkar Ulama.

Selain itu, dua organisasi sayap Partai Golkar, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), juga menyerahkan surat dukungan kepada IAS. IAS menyatakan bahwa kepercayaan yang diberikan DPP Golkar melalui surat diskresi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan akan berupaya mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan, terutama dalam menghadapi Pemilu 2029. "Insyaallah kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum dalam sebuah putusan diskresi kepada saya menjadi tanggung jawab besar yang akan saya jalankan sesuai harapan Ketua Umum agar Golkar di Sulawesi Selatan bisa kembali jaya menghadapi Pemilu 2029," katanya.

Selanjutnya, panitia Musda Golkar Sulsel akan melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh dokumen yang telah diserahkan. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar penetapan status IAS dari bakal calon menjadi calon resmi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.

Artikel Terkait