Hiburan

Jadwal dan Keutamaan Puasa Muharram serta Bacaan Niatnya

Puasa Muharram menjadi perhatian penting bagi umat Islam yang ingin mendapatkan pahala di bulan yang mulia ini. Bulan Muharram, yang termasuk dalam empat bulan haram, dianjurkan untuk dilaksanakan pua...

V
Vina Maharani
16 June 2026 14 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA - Informasi mengenai puasa Muharram menjadi sangat penting bagi umat Islam yang ingin meraih pahala dan keutamaan di bulan yang dihormati ini. Bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam. Di bulan yang dianggap mulia ini, berpuasa sangat disunnahkan dan menjadi amalan yang dianjurkan.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an, Surat At-Taubah ayat 36: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus." Dalam penjelasan Ibnu Katsir, empat bulan haram tersebut adalah Dzul Qa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, masyarakat Arab dilarang untuk berperang karena kesucian bulan-bulan tersebut, sehingga bulan ini juga dikenal sebagai Syahrullah Asham, yang berarti Bulan Allah yang Sunyi.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban." (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Keutamaan Puasa Muharram

Puasa di bulan Muharram dianggap sebagai puasa yang paling utama setelah Ramadhan. Pahala yang didapatkan dari puasa di bulan ini juga berlipat ganda. Hal ini ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, di mana Nabi bersabda: "Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim).

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam An Nawawi menyatakan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang paling mulia untuk melaksanakan puasa sunnah. Ahmad Zarlasih dalam bukunya "Muharram bukan Bulan Hijarhnya Nabi" menjelaskan bahwa berpuasa di bulan haram, termasuk Muharram, sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan-bulan yang dimuliakan Allah, serta untuk memanfaatkan waktu dan pahala yang berlimpah di bulan tersebut.

Jumhur ulama dari tiga madzhab, yaitu Hanafi, Maliki, dan Hambali, sepakat mengenai kesunnahan puasa Muharram. Imam An Nawawi dan para ulama Syafi'iyah menyatakan bahwa puasa yang dianjurkan termasuk puasa di bulan-bulan haram, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, dengan puasa di bulan Muharram menjadi yang paling utama.

Waktu Pelaksanaan Puasa Muharram

Pertanyaan yang sering muncul adalah berapa hari puasa Muharram dilakukan, dan apakah bisa dilakukan sebulan penuh atau hanya pada hari-hari tertentu. Di bulan Muharram, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk puasa sunnah. Para ulama tidak menetapkan batasan berapa hari puasa Muharram, sehingga puasa dapat dilakukan kapan saja, baik pada tanggal 1, 2, atau di tengah bulan. Puasa Muharram tidak hanya terbatas pada tanggal 9 dan 10 Muharram (Asyura), tetapi juga dianjurkan pada tanggal 1 Muharram yang menandai tahun baru Islam.

Puasa Muharram dapat dimulai kapan saja, termasuk pada tanggal 1 Muharram yang jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Bacaan niat puasa Muharram adalah: "نَوَيْتُ صَوْمَ مُحَرَّمٍ سُنَّةً لِلهِ تَعَالى" (Nawaitu Shouma Muharramin Sunnatan Lillahi Ta'ala), yang berarti "Aku niat berpuasa di bulan Muharam sunnah karena Allah Ta'ala."

Artikel Terkait