PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) telah menyelesaikan akuisisi saham PT Translingkar Kita Jaya (TLKJ) yang dimiliki oleh PT Kopnatel Jaya pada hari Jumat, 8 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Jasa Marga melakukan pembelian saham TLKJ senilai Rp1,12 miliar. Total yang ditawarkan oleh Kopnatel kepada Jasa Marga adalah 560 lembar saham dengan harga Rp2 juta per lembar.
"Jasa Marga telah melakukan pembelian atas saham yang ditawarkan tersebut dengan tunduk pada persetujuan-persetujuan yang diperlukan," ungkap Ari Wibowo, Corporate Secretary and Chief Administration Officer Jasa Marga. Setelah transaksi ini, Jasa Marga kini memiliki sebanyak 232.080 lembar saham, yang setara dengan 21,29 persen kepemilikan di TLKJ.
Kinerja Jasa Marga pada Kuartal I 2026
Ari menambahkan bahwa pembelian saham ini diharapkan dapat meningkatkan laba yang diatribusikan kepada emiten yang bergerak di bidang pengelolaan dan pemeliharaan jalan tol. Menurut situs resmi perusahaan, pada kuartal I 2026, Jasa Marga mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan usaha perusahaan ini berasal dari kinerja pendapatan tol yang mencapai Rp4,7 triliun dan pendapatan usaha lainnya sebesar Rp397,6 miliar, masing-masing meningkat sebesar 9,4 persen dan 24,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Analisis Laba Bersih dan EBITDA
Sementara itu, laba bersih Jasa Marga pada tiga bulan pertama tahun 2026 tercatat sebesar Rp774,7 miliar, mengalami sedikit penurunan secara tahunan. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono, menyatakan bahwa angka ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA. "Serta menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang solid dan akuntabel,” ujarnya dalam keterangannya. Penurunan laba bersih ini disebabkan oleh peningkatan biaya keuangan seiring dengan beroperasinya Jalan Tol Jogja–Solo. Rivan juga menambahkan bahwa sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha, EBITDA Jasa Marga pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp3,4 triliun, meningkat 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan margin EBITDA yang terjaga di level 66,1 persen.