Kesehatan

Kebiasaan Makan yang Buruk untuk Kesehatan Lambung

Beberapa kebiasaan makan yang tampak sepele dapat berdampak negatif pada kesehatan lambung, seperti makan terburu-buru dan langsung tidur setelah makan malam.

E
Eira Orelia
12 July 2026 27 pembaca
Ilustrasi makan (Foto: Getty Images/iStockphoto/PhotoTalk)
Ilustrasi makan (Foto: Getty Images/iStockphoto/PhotoTalk)

Jakarta - Banyak orang beranggapan bahwa gangguan lambung hanya disebabkan oleh makanan pedas atau asam. Namun, kebiasaan makan sehari-hari yang tampak sepele juga dapat memengaruhi proses pencernaan. Menurut dokter spesialis gizi dari Department of Nutrition University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, Dr. Duong Thi Phuong, lambung memiliki hubungan erat dengan sistem saraf.

Hal ini membuat kondisi emosional, stres, serta perilaku makan dapat memengaruhi proses pencernaan. "Lambung berhubungan erat dengan sistem saraf, sehingga stres, emosi, dan kebiasaan makan dapat secara langsung memengaruhi proses pencernaan," ujar dr Phuong, seperti dilansir VN Express.

Kebiasaan Makan yang Mengganggu Kesehatan Lambung

Ada beberapa kebiasaan makan yang tanpa disadari dapat mengganggu kesehatan lambung.

1. Makan Terlalu Cepat atau Terdistraksi: Seseorang yang makan dengan terburu-buru dan terdistraksi dapat mengganggu kesehatan lambung. Makan sambil bekerja, bermain ponsel, atau dalam keadaan stres dapat menghambat produksi asam lambung dan enzim pencernaan. Makan terlalu cepat tanpa mengunyah dengan baik juga memberi tekanan ekstra pada perut, memaksanya bekerja lebih keras untuk mencerna makanan. Dr Phuong menyarankan agar setiap suapan dikunyah sebanyak 20 hingga 50 kali sebelum ditelan. Waktu makan ideal adalah sekitar 20-30 menit agar tubuh memiliki kesempatan mengenali rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.

2. Makan Terlalu Malam dan Langsung Tidur: Kebiasaan makan malam mendekati waktu tidur dapat membebani kerja lambung. Proses pencernaan membutuhkan waktu sekitar dua hingga lebih dari enam jam, tergantung jenis makanan yang dikonsumsi. Jika seseorang langsung berbaring setelah makan, lambung belum selesai mengosongkan isinya sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Akibatnya, risiko refluks asam meningkat dan kualitas tidur dapat terganggu.

3. Minum Terlalu Banyak: Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak minum saat makan akan membantu proses pencernaan. Namun, konsumsi cairan dalam jumlah berlebihan justru dapat mengencerkan asam lambung, sehingga proses mencerna makanan menjadi kurang efisien. Selain itu, lambung yang dipenuhi makanan dan cairan dalam jumlah besar harus bekerja ekstra untuk mencampur dan mengolah seluruh isinya. Dokter menyarankan total cairan saat makan, termasuk sup, tidak lebih dari 200 mililiter, dengan jumlah ideal berkisar 50-100 mililiter.

Artikel Terkait