Kegiatan penerimaan murid baru di Sekolah Maung, Jawa Barat, pada tahun 2026 menghadapi berbagai kendala, seperti yang diungkapkan oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Ketua Umum FSGI, Fahriza Marta Tanjung, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengembangkan SPMB khusus untuk anak-anak berbakat. "Pemprov memiliki inovasi SPMB yaitu SPMB Maung yang merupakan sekolah unggulan jenjang pendidikan SMA dan SMK dengan jumlah sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah Maung sebanyak 41 SMA dan SMK," ungkapnya dalam pernyataan tertulis.
Temuan Masalah dalam SPMB Maung 2026
Setelah melakukan pemantauan, FSGI mencatat beberapa masalah yang muncul dalam pelaksanaan SPMB Sekolah Maung 2026. Berikut adalah beberapa temuan yang disampaikan oleh FSGI:
1. Kendala sistem dan aplikasi: Website resmi SPMB sering mengalami gangguan, sulit diakses, dan ada laporan mengenai hilangnya data pendaftar, yang mengakibatkan kesulitan bagi peserta.
2. Dugaan pengurangan skor: Beberapa orangtua mengeluhkan bahwa nilai seleksi anak mereka berkurang secara tiba-tiba tanpa penjelasan yang jelas, sehingga menimbulkan kecurigaan akan adanya kecurangan.
3. Kejanggalan dalam Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB): Pelaksanaan PCMB juga menjadi sorotan karena dianggap tidak teratur dan kurang transparan.
Tindak Lanjut dari Orangtua dan Evaluasi DPRD
Ratusan orangtua yang merasa dirugikan telah mendatangi kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menuntut kejelasan dan transparansi. Mereka juga melaporkan dugaan maladministrasi kepada Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat.
Selain itu, Komisi terkait di DPRD Jawa Barat telah menyoroti permasalahan ini dan melakukan evaluasi, menyimpulkan bahwa aplikasi dan sistem yang digunakan sejak awal belum sepenuhnya siap dan matang.
Demikianlah rangkuman masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan SPMB Sekolah Maung 2026 yang disampaikan oleh Federasi Serikat Guru Indonesia.