Ekonomi

MCOL Umumkan Pembagian Dividen Rp200 per Saham di Tengah Kinerja Positif Batu Bara

PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp200 per saham untuk tahun buku 2025, dengan total nilai mencapai Rp711,1 miliar, yang akan dibayarkan pada bulan Juni...

A
Agus Wigati
12 May 2026 8 pembaca
MCOL Umumkan Pembagian Dividen Rp200 per Saham di Tengah Kinerja Positif Batu Bara
MCOL membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD66,68 juta per 31 Desember 2025. (Foto: dok Prima Andalan Mandiri)

PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) kembali melanjutkan tradisi pembagian dividen besar di tengah kondisi arus kas yang kuat dalam bisnis batu bara. Emiten yang merupakan bagian dari Grup Mandiri ini telah menetapkan dividen tunai sebesar Rp200 per saham untuk tahun buku 2025, dengan total nilai dividen mencapai Rp711,1 miliar. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang berlangsung pada 11 Mei 2026. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 21 Mei 2026, sementara pembayaran dividen dijadwalkan pada 8 Juni 2026.

Tradisi Pembagian Dividen yang Berkelanjutan

Pembagian dividen oleh MCOL sebenarnya bukanlah hal baru. Dalam lima tahun terakhir, emiten ini dikenal aktif dalam membagikan laba kepada pemegang saham, bahkan saat harga komoditas mengalami penurunan. Data historis menunjukkan bahwa MCOL hampir selalu membagikan dividen dua kali dalam setahun, yang terdiri dari dividen final dan interim. Pada Mei 2026, perusahaan ini membagikan dividen sebesar Rp200 per saham, setelah sebelumnya pada November 2025, MCOL juga telah membayar dividen interim sebesar Rp80 per saham. Jika dijumlahkan, total dividen untuk tahun buku 2025 mencapai Rp280 per saham.

Meskipun jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode puncak harga batu bara pada 2022-2023, hal ini tetap menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga distribusi kas kepada investor di tengah normalisasi industri batu bara global. Pada tahun 2024, MCOL membagikan dividen sebesar Rp430 per saham pada bulan Mei dan Rp110 per saham pada bulan November. Sementara itu, pada tahun sebelumnya, perusahaan ini lebih agresif dengan membagikan dividen sebesar Rp650 per saham pada Mei 2023 dan Rp250 per saham pada November 2023. Pada tahun 2022, MCOL juga membagikan dividen sebesar Rp460 per saham di bulan Mei dan Rp350 per saham di bulan November. Tradisi ini sudah mulai terlihat sejak tahun 2021 ketika MCOL membayar dividen sebesar Rp211 per saham pada bulan Desember 2021.

Kondisi Keuangan yang Kuat

Pembagian dividen untuk tahun buku 2025 juga didukung oleh kondisi neraca yang cukup solid. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, MCOL mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD66,68 juta per 31 Desember 2025. Saldo laba ditahan yang belum dibatasi penggunaannya mencapai USD422,61 juta, sementara total ekuitas tercatat sebesar USD589,64 juta. Angka-angka ini menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki ruang kas dan akumulasi laba yang cukup besar meskipun harga batu bara global tidak setinggi era supercycle beberapa tahun lalu.

Di tengah normalisasi harga komoditas, kemampuan untuk mempertahankan pembagian dividen menjadi faktor penting bagi emiten batu bara. Pasar kini tidak hanya melihat pertumbuhan laba, tetapi juga seberapa besar perusahaan dapat menjaga distribusi kas ketika siklus mulai melambat. Dalam beberapa tahun terakhir, saham batu bara mulai terbelah menjadi dua kategori besar di pasar. Kelompok pertama adalah emiten yang fokus pada ekspansi agresif dan menahan kas untuk belanja modal, sementara kelompok kedua adalah perusahaan yang mulai dianggap sebagai dividend play karena rutin membagikan laba kepada investor. MCOL perlahan-lahan masuk ke dalam kategori kedua.

Konsistensi dalam pembagian dividen dua kali setahun membuat saham ini semakin menarik bagi investor yang mencari kombinasi antara eksposur batu bara dan arus dividen yang reguler. Terlebih lagi, di tengah fluktuasi harga batu bara, emiten dengan sejarah distribusi dividen yang stabil biasanya memiliki daya tarik tersendiri di pasar. Namun, seperti saham komoditas lainnya, arah bisnis MCOL tetap sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga batu bara global, permintaan ekspor dari Asia, serta kondisi energi di China dan India sebagai pasar utama konsumsi batu bara dunia. Saat ini, MCOL tampaknya berusaha menjaga keseimbangan antara profitabilitas bisnis tambang dan tradisi distribusi dividen kepada pemegang saham.

Artikel Terkait