Kesehatan

Menkes Sebut Penyebab Usia Harapan Hidup Pendek di Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa penyebab utama rendahnya usia harapan hidup di Indonesia adalah penyakit tidak menular, seperti stroke dan kanker.

D
Dinda Mughni
21 July 2026 10 pembaca
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)

Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyebab utama usia harapan hidup masyarakat Indonesia yang belum bisa lebih panjang. Menurutnya, saat ini pemicu terbesar bukan lagi penyakit menular, melainkan penyakit tidak menular seperti stroke, masalah jantung, kanker, dan gagal ginjal.

Menkes mengatakan penyakit-penyakit tersebut menjadi penyebab utama kematian yang akhirnya memicu usia harapan hidup masyarakat lebih pendek. Karena itu, ia menekankan pentingnya deteksi dini agar faktor risiko bisa ditemukan dan ditangani sebelum berkembang menjadi komplikasi berat. "Karena sekarang yang paling banyak bikin usia kita pendek, itu stroke, jantung, kanker, ginjal. Ini semua kalau CKG-nya rutin, ketahuan, ditata laksana, insya Allah kalau tekanan darah selalu di bawah 120/80, gulanya selalu di bawah 200, kolesterol selalu di bawah 200, dan gizinya baik," kata Menkes di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Pentingnya Deteksi Dini dan Skrining Kesehatan

Menurut Menkes, pendekatan preventif menjadi strategi utama untuk meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia. Jika penyakit menular dapat dicegah melalui imunisasi, maka penyakit tidak menular harus diantisipasi lewat skrining kesehatan secara rutin.

Karena itu, pemerintah mengandalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mencakup pemeriksaan kesehatan sekaligus penanganan bagi masyarakat yang diketahui memiliki faktor risiko penyakit. "Kalau faktor risikonya bisa diketahui lebih awal dan ditata laksana, risiko terkena stroke, serangan jantung, kanker, maupun gagal ginjal bisa ditekan," ujar Menkes.

Target Usia Harapan Hidup 76 Tahun pada 2029

Saat ini, angka harapan hidup masyarakat Indonesia berada di kisaran 74 tahun. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 76 tahun pada 2029 melalui berbagai program transformasi kesehatan, termasuk penguatan layanan promotif dan preventif.

Selain deteksi dini, Menkes juga menyoroti pentingnya menjaga status gizi sesuai kelompok usia. Menurutnya, kebutuhan gizi setiap fase kehidupan berbeda sehingga harus dipenuhi dengan tepat agar masyarakat tetap sehat hingga usia lanjut. Ia menegaskan, menjaga tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan status gizi tetap dalam batas normal menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit tidak menular.

"Kalau tekanan darah terjaga, gula darah dan kolesterol terkendali, serta gizinya baik, maka kualitas hidup meningkat dan usia harapan hidup masyarakat juga bisa lebih panjang," pungkasnya.

Artikel Terkait