TEL AVIV - Itamar Ben Gvir, menteri sayap kanan radikal Israel, mendapat sorotan negatif dari berbagai negara Eropa setelah ia menyerukan penghancuran total Lebanon. Pernyataan yang menuai kontroversi ini disampaikan setelah empat tentara Israel dilaporkan tewas dalam pertempuran dengan kelompok Hizbullah di Lebanon Selatan pada Kamis, 17 Juni 2026.
Ben Gvir bahkan menyerukan agar seluruh wilayah Lebanon dibakar, yang langsung memicu reaksi keras dari komunitas internasional. Banyak pihak menilai seruan tersebut sangat provokatif dan berpotensi memperburuk ketegangan yang sudah ada di kawasan Timur Tengah, yang saat ini masih dilanda konflik berkepanjangan.
Kecaman dari Negara Eropa
Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, mengungkapkan kecaman yang mendalam terhadap pernyataan Ben Gvir. Ia menilai bahwa komentar tersebut tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menciptakan ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Eide menyatakan, “(Pernyataan itu) sejalan dengan serangkaian tindakan panjang menteri keamanan Israel yang berkontribusi dalam menciptakan ketakutan dan ketidakpastian, tidak hanya di Lebanon, tetapi juga seluruh Timur Tengah,” seperti yang dilaporkan oleh Anadolu pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Reaksi Terhadap Kematian Tentara Israel
Sebelumnya, empat tentara Israel dilaporkan tewas dalam pertempuran sengit jarak dekat yang terjadi di Lebanon Selatan pada Kamis, 18 Juni 2026. Kematian para tentara tersebut memicu reaksi keras dari Ben Gvir, yang langsung menyerukan tindakan ekstrem terhadap Lebanon.