Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, memberikan penjelasan mengenai bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang roboh dua tahun lalu namun belum ada perbaikan. Dia menyatakan bahwa pihaknya telah merencanakan pembangunan ulang sekolah tersebut.
Nahdiana menjelaskan bahwa pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 telah memasuki tahap perencanaan sejak 2025 melalui penyusunan detail engineering design (DED) sebagai dasar teknis pembangunan. "Proses perencanaan terus dilanjutkan agar pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga siswa kembali belajar di gedung yang aman, nyaman, dan memenuhi standar sarana pendidikan," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).
Dia menambahkan bahwa pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta dan akan diusulkan kembali pada tahun anggaran 2027. Sebanyak 270 siswa telah dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berlokasi berdekatan sejak 28 November 2024.
Nahdiana menyebutkan bahwa kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem dua shift agar seluruh siswa tetap mendapatkan layanan pendidikan yang optimal. "Keselamatan peserta didik menjadi prioritas kami. Di saat yang sama, kami memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar secara optimal," kata dia.
Dia menegaskan bahwa penyesuaian waktu belajar tidak mengurangi mutu pembelajaran. Proses belajar mengajar, kurikulum, serta pendampingan oleh guru dan tenaga kependidikan tetap berjalan sesuai standar. "Kami terus melakukan pendampingan agar proses belajar mengajar berlangsung efektif. Yang terpenting, tidak ada satu pun anak yang kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas selama proses pembangunan sekolah dipersiapkan," ujarnya.
Nahdiana juga menginformasikan bahwa sebagian rangka atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh pada November 2024. Berdasarkan rekomendasi teknis Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan, kondisi bangunan dikategorikan rusak berat sehingga tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. "Sejak 27 November 2024, gedung sekolah dikosongkan demi mengutamakan keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan," kata dia.
Area sekolah juga telah diamankan untuk mencegah potensi risiko bagi warga sekolah.