Kesehatan

Nikmati Teh dan Kopi dengan SKM Secara Bijak

Kombinasi teh atau kopi dengan Susu Kental Manis (SKM) menjadi pilihan populer di Indonesia. Namun, penting untuk memperhatikan takaran dan kebiasaan konsumsi gula agar tetap sehat.

J
Jaya Abdi
03 July 2026 25 pembaca
Kopi Vietnam dengan tambahan susu kental manis. Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim
Kopi Vietnam dengan tambahan susu kental manis. Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

Secangkir teh atau kopi yang ditambahkan dengan Susu Kental Manis (SKM) telah menjadi bagian dari tradisi banyak keluarga di Indonesia. Rasa manis dan gurih yang dihasilkan SKM menjadikannya pilihan favorit untuk menemani sarapan, bersantai, atau saat bekerja. Meskipun terdapat perhatian yang meningkat terhadap konsumsi gula, minuman ini tetap bisa dinikmati dengan aman jika kita memahami batasan takarannya.

Melalui pelabelan Nutri Level, produk dengan kandungan gula tinggi tidak dilarang untuk dikonsumsi. Yang perlu ditekankan adalah pentingnya memperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsi gula. Satu hal yang perlu diingat adalah kebiasaan menambahkan gula pasir ke dalam kopi atau teh yang sudah menggunakan SKM. Rasa manis pada minuman tersebut sudah berasal dari SKM, sehingga menambah gula pasir hanya akan meningkatkan total asupan gula dalam satu gelas.

Penggunaan SKM yang Bijak

Setelah memahami bahwa kopi atau teh yang dicampur SKM sebaiknya tidak ditambah gula pasir, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah jumlah SKM yang digunakan. SKM mengandung gula sebagai salah satu komponen untuk menjaga keawetan dan keamanan produk saat disimpan. Oleh karena itu, konsumen harus tetap memperhatikan takaran yang ditambahkan ke dalam kopi atau teh.

Cara paling mudah untuk mengetahui kandungan gula dalam setiap takaran adalah dengan melihat label informasi gizi pada kemasan. Sebagai contoh, kandungan gula pada SKM biasanya berkisar antara 14 hingga 16 gram per takaran saji 30 gram, meskipun jumlah ini bisa bervariasi antar produk. Penggunaan SKM secara berlebihan dapat meningkatkan asupan gula harian.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan agar konsumsi gula tidak melebihi 50 gram per hari, yang setara dengan sekitar empat sendok makan. Angka ini mencakup semua sumber gula yang dikonsumsi sepanjang hari, baik dari minuman maupun makanan lainnya. Dengan memahami informasi gizi pada kemasan, penambahan SKM ke dalam kopi atau teh dapat disesuaikan agar tetap sejalan dengan pola konsumsi yang seimbang.

Manfaat Nutrisi dari SKM

Menariknya, SKM tidak hanya memberikan rasa manis, tetapi juga mengandung zat gizi dari susu, seperti protein, kalsium, fosfor, serta berbagai vitamin dan mineral yang jumlahnya bervariasi tergantung pada formulasi masing-masing produk. Meskipun SKM tidak dimaksudkan sebagai sumber utama untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, dibandingkan dengan gula pasir yang hanya memberikan rasa manis dan energi, penggunaan SKM dalam kopi atau teh memberikan nilai tambah dengan kandungan gizi yang lebih bermanfaat.

Oleh karena itu, saat ingin menikmati secangkir kopi atau teh yang manis, menggunakan SKM sesuai takaran dan tanpa tambahan gula pasir bisa menjadi pilihan yang lebih bijak. Ini tidak hanya membantu mengendalikan asupan gula, tetapi juga memberikan tambahan cita rasa yang lezat dan creamy.

Artikel Terkait