Nasional

Prediksi Penurunan Laba Maskapai Global Akibat Kenaikan Harga Avtur

IATA memperkirakan laba bersih industri penerbangan global akan menurun drastis pada tahun 2026, terpengaruh oleh lonjakan harga bahan bakar avtur dan berbagai tantangan lainnya.

D
Darma Yudhistira
11 June 2026 10 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Prediksi Penurunan Laba Maskapai Global Akibat Kenaikan Harga Avtur
Advertisement

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), yang mewakili lebih dari 370 maskapai penerbangan dan sekitar 85 persen dari total lalu lintas penerbangan global, memperkirakan bahwa laba bersih industri penerbangan akan mengalami penurunan pada tahun 2026. Dalam laporan tahunan yang dirilis, IATA memperkirakan laba bersih untuk tahun ini hanya mencapai 23 miliar dolar AS, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan laba 45 miliar dolar AS yang tercatat pada tahun 2025.

Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan

IATA juga mengungkapkan bahwa margin keuntungan industri penerbangan pada tahun ini diprediksi akan menjadi yang terendah sejak pandemi Covid-19. Maskapai-maskapai global, terutama yang beroperasi di Eropa, telah menghadapi berbagai tekanan, terutama pada rute menuju Asia, akibat penutupan wilayah udara Rusia yang masih berlangsung akibat konflik di Ukraina.

Selain itu, IATA memproyeksikan total pengeluaran untuk bahan bakar avtur akan meningkat menjadi sekitar 350 miliar dolar AS pada tahun ini, naik dari sekitar 252 miliar dolar AS pada tahun 2025. Biaya bahan bakar kini diperkirakan menyumbang hampir sepertiga dari total biaya operasional maskapai penerbangan di seluruh dunia. Dalam laporannya, IATA menyatakan, "Pasokan bahan bakar jet terancam, dan harganya telah meningkat hampir dua kali lipat sejak akhir Februari."

Kenaikan Harga Avtur di AS

Di Amerika Serikat, harga avtur mengalami lonjakan menjelang puncak musim perjalanan musim panas. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, yang menimbulkan kekhawatiran akan gangguan dalam pengiriman energi melalui Selat Hormuz, jalur perdagangan energi yang sangat penting. Menurut data dari Kementerian Perhubungan AS yang dirilis pada hari Senin, biaya bahan bakar melonjak 78 persen menjadi hampir 6,5 miliar dolar AS pada April 2026, setelah sebelumnya mengalami kenaikan 26 persen pada bulan Maret.

Artikel Terkait