🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Nasional

Roy Suryo: Video Tuduhan Rismon ke JK Hasil AI, Pembuatnya Mudah Dikenali Melalui IP Address

Roy Suryo menyatakan bahwa video yang menuding Jusuf Kalla sebagai pengkhianat adalah produk AI dan dapat dengan mudah dilacak melalui alamat IP pembuatnya.

Ananta Prana

Penulis

07 April 2026
6 kali dibaca
Roy Suryo: Video Tuduhan Rismon ke JK Hasil AI, Pembuatnya Mudah Dikenali Melalui IP Address

Roy Suryo, seorang pakar telematika, mengungkapkan bahwa video yang menyudutkan Jusuf Kalla, yang dikaitkan dengan tuduhan pengkhianatan, merupakan hasil dari teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam penjelasannya, Suryo menyatakan bahwa dengan kemajuan teknologi saat ini, pembuat video tersebut dapat dilacak dengan mudah menggunakan alamat IP mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait tanggung jawab di balik penyebaran informasi yang tidak benar.

Suryo menjelaskan, "Masyarakat harus waspada terhadap konten yang beredar, terutama jika mengandung unsur provokatif seperti tuduhan serius. Teknologi AI memungkinkan pembuatan video yang tampak realistis, sehingga sulit untuk dibedakan dari kenyataan." Dengan adanya teknologi ini, upaya untuk memperdaya publik menjadi lebih mudah, dan perlunya kehati-hatian dalam mengonsumsi informasi pun semakin mendesak.

Video yang dimaksud menyebar luas di berbagai platform media sosial, menimbulkan banyak reaksi di kalangan masyarakat. Rismon, yang dituduh dalam video itu, tidak hanya mengecam isi video tersebut tetapi juga meminta pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan terkait asal-usul video. “Ini adalah serangan yang sangat tidak beralasan, saya berharap pihak yang bertanggung jawab bisa diungkap,” ungkapnya dalam pernyataan resminya.

Menganalisis bagaimana video tersebut dapat tersebar, para ahli menyebutkan bahwa saluran distribusi yang cepat dan luas, terutama melalui media sosial, berkontribusi besar terhadap viralitas konten semacam ini. Ditambah lagi dengan ketidakpahaman sebagian besar masyarakat terhadap teknologi AI, membuat mereka rentan terhadap informasi yang menyesatkan.

Roy Suryo menegaskan bahwa langkah-langkah untuk mengedukasi masyarakat mengenai risiko dan cara mengidentifikasi informasi palsu harus menjadi prioritas. “Melalui pemahaman yang lebih baik tentang teknologi, masyarakat bisa lebih bijaksana dalam menilai sebuah informasi,” tambahnya.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat mengambil tindakan lebih lanjut untuk mencegah penyebaran informasi palsu yang dapat merusak reputasi individu atau kelompok. Kasus ini menjadi perhatian serius, terutama dalam konteks kekhawatiran terhadap penyalahgunaan teknologi yang bisa menimbulkan konflik sosial.

Ke depan, perkembangan mengenai penyelidikan video tersebut dan tindakan hukum terhadap pelaku yang berpotensi melakukan pencemaran nama baik diharapkan dapat memberikan kejelasan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Masyarakat pun diimbau untuk lebih kritis dalam menyerap informasi yang beredar di ranah publik.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id