PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,4 triliun yang bersumber dari laba tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang berlangsung pada 18 Mei 2026.
Sandi Rahaju, Corporate Secretary SRTG, menjelaskan bahwa pembagian dividen tunai tersebut merupakan hasil dari keputusan RUPS Tahunan perusahaan. “Perseroan menyampaikan rencana pembagian Dividen Tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 18 Mei 2026,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Mei 2026.
Detail Pembagian Dividen
Dari informasi yang dipublikasikan, nilai dividen yang akan dibagikan setara dengan Rp103,3 per saham, dengan total nilai dividen yang disiapkan mencapai maksimal Rp1.399.697.738.570. Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja keuangan Saratoga sepanjang tahun 2025, di mana perseroan mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp7,31 triliun. Selain itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp53,13 triliun dan total ekuitas sebesar Rp58,89 triliun.
Manajemen Saratoga telah menetapkan jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 26 Mei 2026, sementara ex dividen dijadwalkan pada 29 Mei 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen jatuh pada 2 Juni 2026 dan ex dividen pada 3 Juni 2026. Tanggal pencatatan atau recording date bagi pemegang saham yang berhak menerima dividen ditetapkan pada 2 Juni 2026 pukul 16.15 WIB. Pembayaran dividen tunai akan dilaksanakan pada 12 Juni 2026.
Ketentuan bagi Pemegang Saham
Dalam pengumuman kepada pemegang saham, Saratoga menjelaskan bahwa pembagian dividen ini adalah bagian dari pelaksanaan keputusan RUPS Tahunan. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal recording date. Bagi pemegang saham yang sahamnya berada dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen akan dilakukan melalui pemindahbukuan ke rekening perusahaan efek atau bank kustodian masing-masing.
Sementara itu, bagi pemegang saham yang masih menggunakan saham warkat dan belum masuk penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen akan dilakukan melalui transfer ke rekening bank pemegang saham setelah menyampaikan data yang diperlukan kepada Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom paling lambat pada 2 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Perseroan juga menjelaskan mengenai ketentuan perpajakan terkait dividen tunai ini, di mana dividen dapat dikecualikan dari objek pajak bagi wajib pajak badan dalam negeri dan wajib pajak orang pribadi dalam negeri sepanjang memenuhi ketentuan investasi sesuai regulasi perpajakan yang berlaku.
Kinerja Saham SRTG
Berdasarkan data dari Stockbit, saham SRTG ditutup pada level Rp1.585 per saham, mengalami penurunan sebesar 5,65 persen dalam perdagangan hari ini. Saham ini dibuka pada level Rp1.680, sempat mencapai posisi tertinggi Rp1.690, dan level terendah Rp1.560. Nilai transaksi saham SRTG tercatat sekitar Rp10,5 miliar dengan volume perdagangan mencapai 64,84 ribu lot dan frekuensi transaksi sebanyak 2.184 kali.
Dari sisi valuasi, saham SRTG diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) sebesar 2,94 kali, yang lebih rendah dibandingkan median PER IHSG yang berada di level 8,20 kali. Dividend yield perseroan tercatat sebesar 6,52 persen dengan payout ratio 19,15 persen. SRTG juga mencatatkan laba bersih tahunan sebesar Rp7,319 triliun pada tahun 2025, meningkat dari Rp3,290 triliun pada tahun 2024. Dalam hal valuasi, price to book value (PBV) perseroan berada di level 0,37 kali dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp21,5 triliun.
Meskipun dalam perdagangan saham, kinerja SRTG menunjukkan pelemahan dalam jangka pendek, namun secara year to date (YTD), saham SRTG hanya naik tipis 0,32 persen. Dalam satu tahun terakhir, saham ini turun 4,80 persen dan terkoreksi 7,31 persen dalam periode tiga tahun. Namun, dalam jangka lima tahun, saham SRTG masih mencatatkan kenaikan sebesar 44,09 persen dan melonjak 114,77 persen dalam sepuluh tahun terakhir.