Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, tantangan dalam pendidikan karakter semakin meningkat. Digitalisasi telah mengubah cara generasi muda belajar dan berinteraksi, yang berdampak pada pola pikir, perilaku, serta kehidupan sosial mereka. Meskipun kemajuan teknologi memberikan banyak keuntungan, seperti akses informasi yang lebih mudah dan peningkatan kreativitas, penggunaan teknologi tanpa bimbingan yang tepat dapat mengganggu sikap disiplin, kepedulian sosial, dan kemampuan kolaborasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks ini, kegiatan Pramuka tetap dianggap relevan sebagai sarana untuk membentuk karakter generasi muda. Melalui berbagai aktivitas yang menekankan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, dan kemandirian, Gerakan Pramuka berperan penting dalam pendidikan karakter di sekolah.
Peran Pramuka di Sekolah Strada
Sebagai bagian dari komunitas pendidikan yang berada di bawah Keuskupan Agung Jakarta, Perkumpulan Strada menjadikan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di seluruh sekolahnya, termasuk di Sekolah Modern SMP Strada Nawar yang terletak di Bekasi, Jawa Barat. Pendidikan kepramukaan di lingkungan Strada juga diselaraskan dengan Lima Nilai Dasar Perkumpulan Strada, yaitu pelayanan, kejujuran, disiplin, kepedulian, dan keunggulan. Sekolah berpendapat bahwa pendidikan karakter melalui Pramuka merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
Teknologi dapat berfungsi sebagai alat pengembangan diri jika digunakan dengan bijak. Namun, tanpa dasar karakter yang kuat, kemajuan digital dapat membawa dampak negatif terhadap perilaku dan kehidupan sosial generasi muda.
Menanamkan Karakter Sejak Dini
Gerakan Pramuka berperan sebagai bentuk pendidikan nonformal yang sangat penting dalam membentuk karakter, keterampilan sosial, dan kecakapan hidup siswa di luar pembelajaran akademik. Melalui berbagai kegiatan lapangan, siswa diajak untuk belajar menghadapi tantangan secara langsung. Pendidikan karakter melalui Pramuka di Strada Nawar diterapkan secara berkelanjutan dari jenjang TK, SD, hingga SMP, dengan pendekatan kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan siswa.
Di jenjang TK, siswa Pra Siaga yang berusia 4-6 tahun diperkenalkan pada nilai dasar kepramukaan melalui kegiatan yang menyenangkan dan edukatif. Mereka diajak untuk belajar mandiri, bekerja sama, menjaga kebersihan, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Camping Day bertema “Merawat Bumi” yang berlangsung pada Jumat (24/4/2026), di mana siswa mengikuti berbagai aktivitas seperti upacara, senam, permainan kelompok, menanam tanaman, serta mendengarkan dongeng bersama teman dan orangtua. Kegiatan ini ditutup dengan api unggun sederhana yang memberikan pengalaman baru bagi para siswa.
Kegiatan Pramuka di SD dan SMP
Kegiatan Pramuka di SD Strada Nawar dilaksanakan secara rutin setiap pekan setelah jam pelajaran. Program ini dibagi menjadi dua golongan, yaitu Siaga dan Penggalang, yang berfokus pada kerja sama tim, kepemimpinan, dan keterampilan hidup. Kegiatan Pramuka Siaga diakhiri dengan Permainan Besar Siaga (PBS) yang diadakan di Dragonfly Strada Youth Camp Toyogiri, Bekasi, pada Rabu (27/4/2026). Dalam kegiatan ini, siswa terlibat dalam berbagai permainan edukatif dan latihan beregu yang melatih kekompakan serta kemampuan kolaborasi.
Siswa Penggalang juga mengikuti kegiatan berkemah di lingkungan sekolah pada Kamis (30/4/2026), di mana mereka belajar hidup mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab dalam suasana kebersamaan. Kegiatan Pramuka di tingkat SD juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi.
Di jenjang SMP, kegiatan Pramuka dikembangkan melalui Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) untuk siswa kelas 8 dan 9. Pada 2026, Perjusa mengusung tema “Explore, Learn, Lead: Jumat Ceria, Sabtu Bermakna: Saatnya Jadi Pribadi Luar Biasa” dan dilaksanakan di lingkungan sekolah dari Jumat (24/4/2026) hingga Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini mencakup wide game, memasak bersama, api unggun, pentas kreativitas, serta sesi refleksi dan evaluasi, yang semuanya dirancang untuk melatih kepemimpinan, kemampuan memecahkan masalah, kerja sama tim, dan keberanian siswa dalam menghadapi tantangan.
Kegiatan memasak dan berkemah mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan kelompok. Mereka belajar membagi tugas, menjaga kekompakan, dan menyelesaikan tantangan bersama dalam suasana yang menyenangkan. Kegiatan api unggun dan pentas kreativitas menjadi momen yang dinantikan siswa, di mana mereka dapat menampilkan bakat dan kreativitas serta kemampuan bekerja sama.
Gerakan Pramuka tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan keterampilan siswa, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan kepedulian sosial yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah berharap pendidikan karakter melalui Pramuka dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, peduli, dan siap menghadapi tantangan di era digital.