Kesehatan

Spanyol Menghadapi Gelombang Panas Ketiga dengan Suhu Tembus 45 Derajat Celsius

Spanyol bersiap menghadapi gelombang panas ketiga musim panas ini, dengan suhu diperkirakan mencapai 45 derajat Celsius di beberapa wilayah.

I
Indriani Atmaja
19 July 2026 17 pembaca
Foto: REUTERS/Mohammed Salem
Foto: REUTERS/Mohammed Salem

Spanyol bersiap menghadapi gelombang panas ketiga pada musim panas tahun ini. Mulai Selasa (21/7), suhu di berbagai wilayah diperkirakan menembus 40 derajat Celsius, bahkan bisa melampaui 45 derajat Celsius di sejumlah daerah.

Badan Meteorologi Nasional Spanyol (AEMET) menyebut gelombang panas ini dipicu oleh area bertekanan tinggi yang bertahan di atas Semenanjung Iberia. Kondisi tersebut menjebak udara panas dan kering dari Afrika Utara sehingga suhu meningkat drastis selama beberapa hari.

Panas diperkirakan semakin ekstrem hingga Kamis (23/7), yang diprediksi menjadi puncak gelombang panas kali ini. Di beberapa wilayah, suhu bahkan berpotensi melampaui 45 derajat Celsius.

Peringatan dan Risiko Kesehatan

AEMET memperingatkan masyarakat agar waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan orang dengan penyakit tertentu juga disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem. "Tingkat bahayanya akan signifikan selama jam-jam tengah hari, terutama untuk aktivitas luar ruangan dan kelompok rentan," demikian pernyataan AEMET.

Sejarah Gelombang Panas di Spanyol

Ini menjadi gelombang panas ketiga yang menerjang Spanyol sepanjang musim panas tahun ini. Sebelumnya, negara tersebut mengalami gelombang panas pada akhir Juni yang memecahkan rekor suhu di berbagai wilayah Eropa, disusul gelombang panas lain pada awal Juli.

Menurut AEMET, daratan utama Spanyol mencatat paruh pertama musim panas terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1961. Rata-rata suhu selama periode 1 Juni hingga 15 Juli mencapai 24,5 derajat Celsius, lebih tinggi 3,3 derajat Celsius dibanding rata-rata periode acuan 1991-2020 yang berada di kisaran 21,2 derajat Celsius.

Dampak Perubahan Iklim

Para ilmuwan menilai perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat gelombang panas terjadi lebih lama, lebih sering, dan lebih intens. Kondisi tersebut juga mengeringkan vegetasi sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Awal bulan ini, kebakaran hutan besar di Provinsi Almeria, Spanyol tenggara, menewaskan 13 orang. Insiden itu menjadi kebakaran hutan paling mematikan yang terjadi di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.

Artikel Terkait