Ekonomi

Strategi Harga Kompetitif MDIY Dorong Pertumbuhan Laba Signifikan

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) tetap fokus pada strategi harga yang bersaing meskipun menghadapi tantangan biaya bahan baku. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan laba yang mencapai 35,5 persen.

V
Vina Maharani
02 July 2026 41 pembaca
Ilustrasi MDIY pertahankan strategi harga murah di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Foto: dok MDIY
Ilustrasi MDIY pertahankan strategi harga murah di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Foto: dok MDIY

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) memutuskan untuk terus mempertahankan strategi harga yang kompetitif di tengah meningkatnya biaya bahan baku akibat lonjakan harga minyak dan penurunan nilai tukar rupiah. Emiten yang bergerak di sektor ritel ini percaya bahwa menjaga harga yang bersaing akan membantu mereka dalam mempertahankan pertumbuhan penjualan dan daya saing di industri ritel.

Selain fokus pada harga yang terjangkau, MDIY juga berupaya untuk memperluas variasi produk dan meningkatkan proporsi produk dengan merek sendiri (in-house brand). Strategi ini dirancang untuk menyesuaikan dengan perubahan kebutuhan konsumen serta memperkuat diferensiasi produk di tengah persaingan yang ketat.

Efektivitas Pengembangan Merek Sendiri

Analis MNC Sekuritas, Catherine Florencia, menyatakan bahwa pengembangan merek sendiri merupakan salah satu strategi yang efektif bagi pelaku ritel modern. Ia menjelaskan bahwa memiliki merek sendiri memberikan perusahaan lebih banyak keleluasaan dalam mengelola harga, biaya produksi, dan kualitas produk. “Melalui pengembangan in-house brand, MDIY memiliki kontrol yang lebih baik terhadap pricing, cost maupun quality. Strategi ini menjadi salah satu langkah cerdas untuk menjaga volume penjualan sekaligus mempertahankan overall blended pricing yang tetap kompetitif dibandingkan para pesaing,” jelas Catherine dalam keterangan tertulisnya.

Catherine juga menambahkan bahwa kombinasi antara strategi harga dan pengelolaan bauran produk berdampak positif terhadap kualitas laba perusahaan. Hal ini terlihat dari perbaikan arus kas operasional yang didorong oleh semakin cepatnya perputaran persediaan barang. Pada kuartal I 2026, inventory turnover days MDIY membaik menjadi 188 hari, dibandingkan dengan 224 hari pada periode sebelumnya. Perbaikan ini menunjukkan bahwa barang bergerak lebih cepat di jaringan toko, sehingga dana yang sebelumnya tertahan dalam persediaan dapat kembali menjadi kas dalam waktu yang lebih singkat.

“Perputaran stok yang semakin cepat merupakan indikator bahwa operating cash flow juga membaik. Ini berkat juga strategi pricing maupun bauran produk yang sesuai. Di sisi lain, profitabilitas MDIY tidak hanya tercermin dari laba akuntansi, tetapi juga didukung oleh kemampuan menghasilkan kas dari aktivitas operasional,” tambah Catherine.

Kinerja Penjualan dan Laba MDIY di Awal Tahun

Di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor ritel, MDIY mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif pada awal tahun ini. Pada kuartal I 2026, pendapatan perusahaan mencapai Rp2,4 triliun, meningkat 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari sisi operasional, EBITDA meningkat 28,4 persen menjadi Rp728 miliar, sementara laba bersih tumbuh 35,5 persen menjadi Rp307 miliar.

Catherine menilai pencapaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya berasal dari peningkatan penjualan, tetapi juga didukung oleh profitabilitas dan kemampuan menghasilkan arus kas yang tetap terjaga. Ia menekankan bahwa strategi harga yang kompetitif, penguatan portofolio produk, serta pengembangan in-house brand menjadi faktor kunci yang membantu MDIY mempertahankan posisi bersaing di industri ritel modern, meskipun perusahaan masih menghadapi tekanan biaya akibat kondisi ekonomi dan pelemahan rupiah.

Artikel Terkait