Ekonomi

Wall Street Mengalami Penurunan Setelah Penolakan Proposal Iran oleh Trump

Kontrak berjangka saham di Amerika Serikat mengalami penurunan pada malam hari, setelah Presiden Donald Trump menolak proposal dari Iran untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.

E
Eko Prasetyo
11 May 2026 21 pembaca
Wall Street Mengalami Penurunan Setelah Penolakan Proposal Iran oleh Trump
Ilustrasi: Plang nama jalan Wall Street (Foto: PxHere)

Kontrak berjangka saham di Amerika Serikat melemah pada malam hari Minggu, 10 Mei 2026, setelah harga minyak mengalami lonjakan menyusul penolakan Presiden Donald Trump terhadap proposal terbaru dari Iran. Menurut laporan CNBC, futures yang berhubungan dengan Dow Jones Industrial Average turun sebesar 143 poin atau sekitar 0,3 persen. Di sisi lain, futures untuk S&P 500 dan Nasdaq 100 juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,3 persen.

Pergerakan ini terjadi setelah Wall Street menutup pekan sebelumnya dengan penguatan yang signifikan. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing mencatat kenaikan lebih dari 2 persen dan 4 persen sepanjang pekan lalu. Kedua indeks tersebut juga mencatatkan kenaikan selama enam pekan berturut-turut, yang merupakan rekor pertama sejak tahun 2024. Sementara itu, Dow Jones mengalami kenaikan sekitar 0,2 persen selama sepekan dan mencatatkan lima pekan penguatan dalam enam pekan terakhir.

Pengaruh Data Pekerjaan Terhadap Pasar Saham

Pasar saham AS mengalami penguatan pada penutupan perdagangan hari Jumat setelah laporan nonfarm payrolls menunjukkan penambahan 115 ribu lapangan kerja di bulan April. Angka ini melampaui ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones, yang memperkirakan hanya ada penambahan 55 ribu pekerjaan. S&P 500 dan Nasdaq juga menutup sesi perdagangan hari Jumat di level tertinggi sepanjang masa.

Di tengah penguatan pasar, Iran mengajukan proposal baru kepada negosiator dari Amerika Serikat terkait upaya untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, menyatakan bahwa proposal balasan Iran menekankan pentingnya mengakhiri perang di seluruh wilayah konflik dan pencabutan sanksi terhadap Teheran. Namun, Trump menolak proposal tersebut melalui unggahan di platform Truth Social, menyebut respons Iran sebagai “sepenuhnya tidak dapat diterima.”

Reaksi Pasar Terhadap Ketidakpastian Geopolitik

Harga minyak langsung melonjak dalam perdagangan setelah pernyataan Trump tersebut. Meskipun demikian, beberapa pelaku pasar berpendapat bahwa pasar keuangan AS masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian geopolitik dan lonjakan harga energi. Chief Investment Officer Global Fixed Income BlackRock, Rick Rieder, menyatakan bahwa ekonomi AS memang berpotensi melambat akibat perang Iran dan lonjakan harga minyak. Namun, dia juga menekankan bahwa masih ada sejumlah faktor struktural yang dapat menjaga kondisi ekonomi agregat tetap lebih baik dibandingkan ekspektasi sebagian pasar.

Pekan ini, investor akan menantikan rilis data indeks harga konsumen dan produsen AS untuk bulan April guna melihat dampak perang terhadap inflasi. Selain itu, pelaku pasar juga akan memantau laporan kinerja keuangan dari sejumlah perusahaan, termasuk Under Armour dan Cisco.

Artikel Terkait