Kesehatan

Waspadai 7 Gejala Awal Kanker yang Sering Diabaikan

Jumlah kasus kanker di Indonesia terus meningkat, dengan deteksi dini menjadi kunci untuk meningkatkan peluang pengobatan yang berhasil. Berikut adalah tujuh gejala awal kanker yang perlu diwaspadai.

A
Adhe Dharma
12 July 2026 23 pembaca
Ilustrasi kanker (: Getty Images/ardasavasciogullari)
Ilustrasi kanker (: Getty Images/ardasavasciogullari)

Jumlah kasus kanker di Indonesia terus meningkat dan diprediksi akan melonjak lebih dari 70 persen pada tahun 2050 jika langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat. Saat ini, sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. Tanpa intervensi yang efektif, beban kanker akan semakin berat, baik dari segi kesehatan masyarakat maupun ekonomi.

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa kanker bukan hanya tantangan medis, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi yang kompleks. Biaya pengobatan yang tinggi, hilangnya produktivitas, serta dampak psikologis bagi pasien dan keluarga menjadi beban yang harus ditangani. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi strategi utama yang terus diperkuat.

Di Indonesia, deteksi dini kanker masih menjadi tantangan. Banyak pasien yang datang dalam kondisi stadium lanjut, sehingga tingkat keberhasilan pengobatan menurun dan biaya perawatan meningkat. Padahal, hingga 50 persen kasus kanker bisa dicegah dengan pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, tidak merokok, menghindari alkohol, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Gejala Awal Kanker

Mengenali tanda dan gejala awal kanker sangat penting agar penyakit dapat didiagnosis dan diobati sejak stadium awal. Berikut adalah beberapa tanda peringatan kanker yang perlu diperhatikan:

1. Perdarahan atau cairan yang tidak biasa. Terdapat darah dalam urine atau tinja, serta keluarnya cairan yang tidak normal dari bagian tubuh tertentu.

2. Luka yang tidak kunjung sembuh. Waspadai luka yang tidak menunjukkan tanda-tanda membaik dalam waktu lama, semakin membesar, atau mengeluarkan darah.

3. Perubahan kebiasaan buang air besar atau buang air kecil. Perubahan warna, bentuk, ukuran, atau konsistensi tinja, serta adanya darah pada urine atau tinja.

4. Muncul benjolan di payudara atau bagian tubuh lain. Benjolan yang ditemukan saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau bagian tubuh lainnya.

5. Batuk yang tidak kunjung sembuh. Batuk yang berlangsung terus-menerus tanpa membaik, bahkan disertai dahak bercampur darah.

6. Perubahan yang jelas pada tahi lalat. Menggunakan aturan ABCD untuk mengenali tahi lalat yang mencurigakan: asimetri, tepi tidak rata, warna tidak merata, dan diameter lebih dari 6 milimeter.

7. Sulit menelan. Rasa tertekan di tenggorokan atau dada yang membuat menelan terasa tidak nyaman.

Rendahnya angka skrining kanker masih menjadi tantangan di Indonesia. Deteksi dini berperan penting untuk menemukan kanker pada stadium awal, ketika peluang keberhasilan pengobatan jauh lebih besar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang tidak biasa dan rutin menjalani skrining.

Artikel Terkait