Kesehatan

Waspadai Gejala Gagal Ginjal yang Mirip Maag

Gejala mual dan muntah sering dianggap sebagai tanda maag, namun bisa juga menandakan masalah ginjal yang serius. Penting untuk mengenali gejala ini agar penanganan dapat dilakukan segera.

A
Ananta Prana
21 July 2026 11 pembaca
Foto: Ilustrasi sakit perut (Getty Images/iStockphoto/Chinnapong)
Foto: Ilustrasi sakit perut (Getty Images/iStockphoto/Chinnapong)

Rasa mual dan muntah sering kali dianggap sebagai gejala maag. Namun, keluhan ini juga bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti masalah pada ginjal. Karena gejalanya mirip, banyak orang yang terlambat menyadari bahwa fungsi ginjal mereka sudah menurun. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala-gejala yang perlu diwaspadai agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.

Baru-baru ini, viral di TikTok tentang seorang wanita yang didiagnosis gagal ginjal stadium 5 saat usianya belum genap 30 tahun. Wanita asal Bali bernama Grace Tanggu ini mengalami gejala mual dan muntah. Dia mengira keluhan yang sudah dirasakan sejak duduk di bangku kuliah ini adalah gejala maag. "Jadi aku memang sering mual muntah saat kuliah dulu, saat mual muntah dulu itu aku biasanya minum obat (maag) dan cukup membantu lah mual muntahnya bisa berkurang dan bahkan bisa kembali nggak ada lagi," tuturnya dalam video viral di TikTok.

Apa Kata Dokter?

Menurut spesialis urologi Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K), mual dan muntah memang bisa menjadi gejala yang muncul pada kondisi gagal ginjal. "Jadi orang mulai gagal ginjal itu rasanya kadang-kadang mual. Karena apa? Di dalam tubuh ada yang namanya ureum yang harus dibuang oleh ginjal," kata Prof Rasyid. Saat fungsi ginjal mulai menurun, ureum dalam tubuh akan menumpuk. Namun, kondisi ini terjadi secara perlahan. "Kalau gagal ginjal itu kan nggak mendadak. Naiknya (ureum) pelan-pelan, baru setelah kadarnya tinggi, baru mual," sambungnya.

Ketika berada dalam fase ini, Prof Rasyid menjelaskan bahwa banyak pasien yang mengartikan kondisi yang dirasakan sebagai sakit maag biasa. Dengan demikian, mereka hanya mengonsumsi obat maag. "Baru kalau obat maag nggak mempan ke dokter. Waktu dia udah mual-mual itu, (fungsi) ginjalnya udah jelek," katanya.

Gejala Mirip Maag yang Berkaitan dengan Masalah Ginjal

Dikutip dari laman Texas Kidney Institute, gejala penyakit ginjal yang memengaruhi lambung awalnya bisa samar, namun kemudian menjadi menetap seiring waktu. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain: mual yang tak kunjung hilang, mual yang terasa lebih parah di pagi hari, muntah, kehilangan nafsu makan atau merasa cepat kenyang, rasa logam atau pahit di mulut, makanan terasa aneh atau tidak enak, penurunan berat badan yang tidak disengaja, dan kelelahan.

Gejala penyakit ginjal ini juga dapat mengindikasikan berbagai kondisi lain. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, beberapa gejala gagal ginjal lainnya yang perlu diperhatikan mencakup: kelelahan yang ekstrem, pembengkakan, terutama di sekitar tangan, pergelangan kaki, atau wajah, perubahan pada buang air kecil, serta perubahan pada kulit yang terasa kering atau gatal. Jika gejala maag seperti mual terus dirasakan disertai gejala ginjal lainnya, penting untuk memeriksakan diri.

Gaya Hidup Pemicu Gagal Ginjal di Usia Muda

Prof Rasyid mengungkapkan bahwa penyakit ginjal saat ini mulai menyerang anak muda. Menurutnya, faktor penyebab yang paling sering ditemui adalah gaya hidup yang kurang sehat. Ia menyarankan untuk menjalankan pola hidup sehat, tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis agar tidak diabetes, yang menjadi sumber utama kerusakan ginjal. "Hidup teratur, tidur teratur, olahraga teratur supaya nggak mengalami hipertensi. Minuman keras tentu nggak bagus, minum air putih yang cukup. Habis itu mau nggak mau harus periksa kesehatan secara teratur setahun sekali," katanya.

Hal ini juga disampaikan oleh spesialis penyakit dalam dr Yunita Indah Dewi, SpPD. Menurutnya, makanan dengan kandungan natrium tinggi akan mengikat lebih banyak cairan yang dialirkan bersama darah ke jantung, yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. "Tekanan darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama dan tidak diobati akan merusak ginjal," katanya.

Artikel Terkait