Pendidikan

1.000 Taruna Akmil Siap Bantu Siswa Sekolah Rakyat Tingkatkan Kemandirian di Asrama

Sebanyak 1.000 taruna Akademi Militer ditugaskan untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat dalam belajar kemandirian selama tinggal di asrama. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian So...

J
Jarot Kusna
02 July 2026 28 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
1.000 Taruna Akmil Siap Bantu Siswa Sekolah Rakyat Tingkatkan Kemandirian di Asrama
Sumber gambar: kompas.com

Sekitar 1.000 taruna dari Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II akan mendampingi siswa Sekolah Rakyat di 178 lokasi untuk belajar mengenai kemandirian selama mereka tinggal di asrama. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menjelaskan bahwa keterlibatan taruna dalam program bimbingan kehidupan asrama ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Sosial dan TNI.

“Program ini akan berlangsung selama lima hari, mulai dari 3 hingga 8 Agustus. Tujuan utamanya adalah untuk membantu anak-anak yang tinggal di asrama agar dapat lebih mandiri,” ungkap Agus pada Selasa (30/6/2026). Ia juga menekankan bahwa kehadiran taruna Akmil bukan untuk menggantikan peran guru di Sekolah Rakyat, melainkan untuk memberikan pendampingan praktis dalam kehidupan berasrama.

Kegiatan Sehari-hari yang Diajarkan

Setiap titik Sekolah Rakyat akan didatangi oleh lima taruna Akmil yang akan mengajarkan berbagai kegiatan sehari-hari kepada para siswa. Di antara kegiatan yang diajarkan adalah cara merapikan lemari, menata tempat tidur, menjaga kerapian dalam berpakaian, menyetrika pakaian, hingga menyemir sepatu. Taruna yang terlibat dalam program ini dipilih berdasarkan pengalaman mereka yang dianggap cukup matang dalam menjalani kehidupan di barak dan asrama.

“Alasan mengapa taruna yang dilibatkan adalah karena mereka memiliki pemahaman tentang kehidupan di asrama. Pengalaman tersebut ingin ditularkan kepada anak-anak Sekolah Rakyat agar mereka dapat beradaptasi dengan cepat dan memiliki karakter yang mandiri,” jelas Agus. Meskipun siswa-siswi harus tinggal jauh dari orangtua, mereka diharapkan dapat belajar mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan baru dengan nyaman.

Penguatan Karakter dan Lingkungan Aman

Selain itu, taruna juga akan memberikan pembinaan preventif untuk memastikan lingkungan asrama bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk perundungan oleh senior. Program ini memiliki dasar hukum yang kuat, merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Senada dengan Wamensos Agus, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan bahwa pendampingan oleh taruna Akmil bertujuan untuk membentuk kemandirian dan karakter siswa, mengingat mereka juga menempuh pendidikan di asrama. “Kami berharap taruna-taruna Akmil dapat memberikan contoh kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat tentang bagaimana menjalani kehidupan sehari-hari di asrama,” kata Saifullah.

Ia memastikan bahwa tidak akan ada sesi latihan fisik ala militer, meskipun ada kegiatan baris-berbaris dasar yang ringan. “Tidak ada, di sana (Sekolah Rakyat) tidak ada. Tentu tidak secara khusus untuk itu,” tambahnya. Kementerian Sosial juga menekankan pendekatan empati dalam mengajak anak-anak secara persuasif tanpa paksaan, bahkan memperbolehkan mereka pulang secara berkala.

Latar belakang dan kondisi mental siswa Sekolah Rakyat yang beragam menjadi pertimbangan dalam kebijakan ini, terutama mengingat bahwa psikologis anak didik di bulan pertama asrama biasanya sangat tinggi karena mereka masih dalam fase adaptasi.

Artikel Terkait