Nasional

AHY Usulkan Berbagai Langkah untuk Meningkatkan Keamanan Transportasi Pasca Kecelakaan Kereta di Bekasi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono, mengemukakan sejumlah solusi setelah terjadinya kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saat bertemu dengan Presi...

I
Indriani Atmaja
13 May 2026 8 pembaca
AHY Usulkan Berbagai Langkah untuk Meningkatkan Keamanan Transportasi Pasca Kecelakaan Kereta di Bekasi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (12/5/2026) (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Setelah insiden kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan beberapa langkah yang perlu segera diambil. AHY menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (12/5/2026). Dalam kesempatan itu, AHY didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, serta CEO Danantara, Rosan Roeslani.

Usai pertemuan, AHY menjelaskan, "Tadi ada kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis solusi yang harus segera diambil, dan telah dilakukan sebetulnya, pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur." Dia menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap 76 perlintasan sebidang di pulau Jawa dan Sumatra yang memerlukan pemasangan palang pintu, flyover, atau underpass.

Penutupan Titik Rawan dan Modernisasi Sistem Kereta

AHY juga menegaskan perlunya menutup beberapa titik rawan di jalur kereta api dan melakukan modernisasi sistem kereta untuk mencegah kecelakaan serupa. "Setelah kita identifikasi, maka ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatra, yang itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass," ujarnya.

Dia menambahkan, "Selebihnya kita lakukan penutupan titik-titik rawan dan kita juga ingin terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya." AHY menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan masyarakat saat menggunakan transportasi umum, serta berharap agar konektivitas antarwilayah dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pembangunan Jalur Ganda Kereta

AHY juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang melakukan kajian dan evaluasi terkait pembangunan double-double track (DDT) atau jalur ganda kereta. Dia menjelaskan bahwa proyek pembangunan DDT merupakan rencana besar yang memerlukan waktu untuk diselesaikan. "Yang jelas memang kita juga sedang memikirkan pengembangan double-double track tersebut. Tetapi tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta, baik eksisting maupun pengembangan baru, dan reaktivasi dari rel-rel yang sudah selama ini tidak berfungsi," pungkas AHY.

Artikel Terkait