Seorang pria berinisial IS (30) yang diduga melakukan pemerkosaan dan penyekapan terhadap seorang wanita berinisial WA (21) asal Kalimantan Utara, berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian setelah melarikan diri ke Surabaya. Penangkapan berlangsung pada Sabtu (16/5) ketika pelaku tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur.
Kapolestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa pelaku terpaksa ditembak di kakinya karena berusaha melawan saat ditangkap. "Karena memang ada tindakan melawan pada saat pas tiba ke Makassar, maka dilakukan tindakan melumpuhkan kepada si pelaku ini," ungkapnya di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan.
Runtutan Kejadian
IS melarikan diri setelah melakukan tindakan bejatnya terhadap korban, yang terjadi selama tiga hari di Perumahan elit Jalan Metro Tanjung Bunga, Barombong, Makassar. Awalnya, pelaku diperkirakan melarikan diri ke Sumatera, namun kemudian terdeteksi menuju Surabaya dengan kapal laut. Tim gabungan dari Polrestabes Surabaya dan Polres KP3 Tanjung Perak berhasil menangkapnya saat turun dari kapal.
Setibanya di Makassar, pelaku mencoba melawan dan berusaha kabur, sehingga petugas mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan kakinya menggunakan peluru timah panas.
Modus Operandi Pelaku
Menurut Arya, pelaku menawarkan pekerjaan melalui media sosial Facebook untuk posisi babysitter. Korban yang tertarik kemudian menghubungi pelaku dan diminta datang ke rumahnya. Namun, saat tiba di sana, pelaku mengaku bahwa pekerjaan tersebut belum tersedia dan meminta korban untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
Setelah dua hari bekerja, pelaku masuk ke kamar korban dengan niat jahat dan mengancamnya dengan cutter agar tidak berteriak. "Di hari ketiga, pelaku ini masuk ke kamar korban dan mengancam dengan cutter agar tidak berbicara, tidak berteriak, dan intinya diperkosa korban ini," jelas Arya.
Pelaku tidak hanya memperkosa korban, tetapi juga mengambil uang, ponsel, dan sepeda motor milik korban untuk dijual. Korban disekap selama beberapa hari di rumah kontrakan pelaku, di mana ia diikat dan mulutnya ditutup dengan lakban.
Setelah beberapa kali diperkosa, korban akhirnya berhasil melarikan diri dan melapor ke pihak kepolisian. "Setelah itu korban (menyelamatkan dirinya) melapor ke kantor polisi dan kita melakukan penyelidikan. Tapi ternyata pelaku ini sudah kabur," tambah Arya.
Saat ini, IS ditahan di sel Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut setelah penangkapannya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.