Ekonomi

Amar Bank Fokus Pembiayaan Industri Film untuk Ekonomi Kreatif

PT Bank Amar Indonesia Tbk mulai mengembangkan pembiayaan di sektor ekonomi kreatif dengan fokus pada industri film. Langkah ini diharapkan dapat memberikan akses lebih baik bagi pelaku industri.

E
Eko Prasetyo
24 July 2026 3 pembaca
Karunia Putri
Karunia Putri

PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mulai memperluas lini bisnisnya dengan menargetkan pembiayaan di sektor ekonomi kreatif. Langkah ini dimulai dengan fokus pada industri perfilman.

Senior Vice President MSME Amar Bank, Josua Sloane, menyatakan bahwa industri film nasional menunjukkan pertumbuhan sejak pandemi Covid-19 dan berpotensi terus berkembang ke depan. Oleh karena itu, perseroan melihat sektor ini memiliki prospek jangka panjang sebagai pasar pembiayaan baru. "Namun tidak menutup kemungkinan nantinya kami masuk ke lainnya (sektor ekonomi kreatif)," kata Josua dalam diskusi bersama media di Jakarta, Kamis (23/7).

Dengan nilai produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai Rp 1,757 triliun atau tumbuh 6,86% secara tahunan, sekitar 30% dari total nilai tersebut berasal dari industri film. Meskipun memiliki potensi besar, Josua mengungkapkan bahwa akses pembiayaan perbankan untuk industri film masih terbatas, yang mendorong Amar Bank untuk mengambil peluang di segmen ini.

Josua mengakui bahwa perseroan belum menetapkan target penyaluran pembiayaan tahunan. Saat ini, fokus Amar Bank adalah membangun ekosistem pembiayaan agar pelaku industri film lebih mudah mengakses kredit perbankan. "Kami sedang membangun sistem agar arus kas pelaku industri bisa diukur, agunannya dapat dinilai, dan profil debiturnya lebih mudah dianalisis. Itu yang sedang kami tata," ujar Josua.

Amar Bank telah menyalurkan pembiayaan kepada industri perfilman sejak 2022 melalui segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pembiayaan diberikan kepada individu yang bekerja di industri film maupun rumah produksi dengan skema seperti purchase order financing (PO financing) dan accounts receivable financing. Nilai pembiayaan yang diberikan mencapai maksimal Rp 5 miliar, di mana Amar Bank dapat membiayai hingga 60% dari nilai kontrak.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi perseroan untuk memperluas pembiayaan ke industri film secara lebih terstruktur. Selain menyediakan pembiayaan, Amar Bank juga telah menyiapkan platform edukasi bernama Amar Bank Business. Melalui platform ini, calon debitur akan memperoleh modul pembelajaran mengenai pengelolaan modal kerja, perencanaan kebutuhan pendanaan, hingga pemahaman mengenai kelayakan kredit sebelum mengajukan pinjaman ke bank. "Kita minta dia belajar cari di situ (Amar Bisnis), hitung (pembiayaan) sendiri," kata Josua.

Industri perfilman hanya menjadi langkah awal Amar Bank untuk memasuki sektor ekonomi kreatif. Dalam jangka panjang, Amar Bank berencana untuk memperluas skema pembiayaan serupa ke berbagai subsektor lainnya.

Artikel Terkait