Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden di bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal mengintai ribuan pekerja di berbagai perusahaan di Jawa Timur hingga Jawa Barat. Kekhawatiran ini muncul setelah kunjungan kerja yang dilakukannya bersama perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan ke tiga provinsi penting, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Said menjelaskan bahwa potensi PHK ini dipicu oleh guncangan ekonomi global yang terjadi akibat meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ia menambahkan bahwa dampak dari konflik tersebut menyebabkan ketidakstabilan harga minyak mentah di pasar internasional dan menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang pada akhirnya berimbas pada daya tahan sektor industri dalam negeri.
Dampak Ketegangan Global terhadap Ekonomi Domestik
"Perang Iran melawan Amerika dan Israel yang tidak kunjung berhenti dan ada ketidakpastian harga minyak dunia, itu sangat mempengaruhi produksi dari perusahaan-perusahaan terutama yang berorientasi ekspor," ungkap Said dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Bicaralah Buruh pada Minggu (21/6/2026).
Risiko PHK di Sektor Industri
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja, terutama di sektor-sektor yang bergantung pada ekspor. Dengan adanya ancaman PHK, Said Iqbal meminta perhatian lebih dari pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang dapat melindungi pekerja dan mendukung keberlangsungan industri di dalam negeri.