Pendidikan

Apakah Perlu Mengulang Babak Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar?

Polemik mengenai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat berlanjut, dengan rencana pengulangan babak final yang memicu berbagai pendapat di masyarakat.

D
Darma Yudhistira
17 May 2026 9 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Apakah Perlu Mengulang Babak Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar?
Sumber gambar: kompas.com

Polemik seputar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat masih menjadi sorotan publik, setelah MPR mengumumkan rencana untuk mengulang babak final lomba tersebut. Keputusan ini diambil setelah adanya pengakuan mengenai kekurangan dalam pelaksanaan lomba, terutama terkait penilaian yang diprotes oleh salah satu peserta. Meskipun sebelumnya pemenang telah ditentukan, yaitu SMAN 1 Sambas.

Pandangan Pengamat Pendidikan

Menanggapi rencana tersebut, Pengamat Pendidikan Totok Amien berpendapat bahwa MPR sebaiknya tidak perlu menggelar ulang babak final LCC Empat Pilar. Ia menyatakan, "Langkah blunder lagi, kalau sudah begini, seharusnya MPR menyatakan juaranya berdua: Sambas dan Pontianak." Totok juga mengkhawatirkan bahwa jika pertandingan diulang, ada kemungkinan salah satu peserta tidak ingin berpartisipasi lagi, yang dapat memperburuk citra MPR.

Totok menambahkan, "Ternyata benar, sehingga rangkaian lomba yang seharusnya menjadi kabar positif MPR berbalik menjadi 'disaster PR' atau masalah besar secara kehumasan." Ia juga menyoroti dampak dari perilaku juri yang dapat mengganggu penanaman nilai kebangsaan pada generasi muda, yang bisa membuat mereka menjadi sinis terhadap lomba-lomba serupa.

Tanggapan Sekolah yang Terlibat

Sebelumnya, SMAN 1 Pontianak menyatakan penolakannya untuk ikut dalam pertandingan final ulang LCC Empat Pilar MPR RI. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah Indang Maryati melalui akun Instagram resmi sekolah. Ia menegaskan bahwa SMAN 1 Pontianak tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba yang diulang, dan menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan lomba.

Di sisi lain, SMAN 1 Sambas juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menanggapi isu kecurangan yang beredar. Kepala sekolah, Syafaruddin, menyatakan bahwa pernyataan sikap ini dibuat setelah adanya komitmen bersama antara dewan guru, staf, dan peserta LCC, serta orangtua, untuk menjaga marwah pendidikan dan kesehatan mental siswa. Ia menekankan pentingnya lingkungan yang sehat dan bermartabat, serta menolak pertandingan ulang.

Dengan berbagai pendapat yang muncul, jelas bahwa situasi ini memerlukan perhatian serius agar tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan dan nilai-nilai kebangsaan yang ingin ditanamkan kepada generasi muda.

Artikel Terkait