Ekonomi

Arah IHSG Hari Ini: Melanjutkan Penguatan atau Justru Koreksi?

Indeks Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa, 7 Juli 2026, setelah mengalami kenaikan sebelumnya. Meskipun ada tantangan dari aksi jual inv...

A
Agus Wigati
07 July 2026 32 pembaca
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa.com/Fadli)
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa.com/Fadli)

Indeks Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terus menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa, 7 Juli 2026. Sebelumnya, IHSG ditutup naik sebesar 0,69 persen atau setara dengan 40 poin, mencapai level 5.916 pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026. Menurut Senior Technical Analyst dari Mirae Aset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, penguatan ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham bank besar yang menjadi pilar utama, meskipun nilai tukar rupiah sempat menembus level psikologis baru di Rp18.000 per dolar AS.

Pola Pergerakan IHSG dan Faktor Pendukung

Nafan menjelaskan bahwa saham perbankan dengan kapitalisasi besar berpotensi menjadi penopang jika arus dana asing kembali mengalir. Secara teknikal, IHSG telah berhasil rebound dan membentuk beberapa pola upward bar dari wave (b). Indikator stochastics K_D menunjukkan sinyal positif dan didukung oleh peningkatan volume perdagangan, meskipun RSI menunjukkan sinyal negatif. "Seyogyanya, pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan masih positif sehingga kecenderungan rebound berlanjut," ungkapnya.

Namun, Nafan juga mencatat bahwa aksi jual dari investor asing masih menjadi faktor yang membatasi penguatan IHSG, sehingga potensi kenaikan kemungkinan akan berlangsung secara bertahap. Dari sisi global, para investor masih menunggu risalah rapat FOMC yang dapat memberikan petunjuk mengenai kebijakan suku bunga The Fed di masa depan.

Sentimen Ekonomi dan Rilis Data Penting

Setelah data ketenagakerjaan di Amerika Serikat menunjukkan adanya perlambatan, diperkirakan The Fed tidak akan mengambil langkah agresif dalam pengetatan kebijakan moneter tahun ini. Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga berkontribusi pada stabilitas sentimen global dan membantu menstabilkan harga energi. Nafan menambahkan bahwa sektor bahan baku dan energi masih layak diperhatikan setelah menjadi penggerak utama IHSG, selain sektor perbankan, pada awal pekan ini.

Di dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia untuk periode Juni 2026, yang dapat menjadi indikator penting bagi ketahanan eksternal di tengah dinamika nilai tukar rupiah. "Apabila hasilnya meningkat atau setidaknya stabil, maka berpotensi menjadi sentimen positif bagi rupiah, pasar obligasi, dan IHSG karena mengindikasikan ketahanan eksternal yang tetap terjaga," jelas Nafan.

Ia juga menyebutkan bahwa level support IHSG untuk hari ini berada di kisaran 5.848 hingga 5.723, sementara area resistance berada di level 5.972 hingga 6.127. BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa penguatan IHSG pada perdagangan kemarin didorong oleh aksi technical rebound meskipun nilai transaksi masih relatif rendah, sekitar Rp9,5 triliun. "Ini mengindikasikan bahwa investor masih cenderung wait and see menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting," tulis mereka.

Hari ini, BRI Danareksa menyampaikan bahwa pasar akan mencermati rilis cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan meningkat menjadi sekitar USD145 miliar, serta risalah rapat FOMC untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. Menurut mereka, kedua sentimen tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan arus dana asing. Secara teknikal, BRI Danareksa menyatakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan technical rebound selama tetap berada di atas support 5.735, dengan target menguji resistance psikologis di level 6.000.

Sementara itu, MNC Sekuritas mencatat bahwa penguatan IHSG kemarin didominasi oleh volume pembelian, meskipun indeks masih tertahan oleh MA20-nya. Mereka menyatakan bahwa posisi IHSG saat ini masih berada dalam bagian wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga indeks diperkirakan akan mengalami koreksi menguji level 5.472-5.540. "Namun, cermati skenario merah di mana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3," tulis mereka.

MNC Sekuritas juga menyebutkan bahwa support IHSG di perdagangan hari ini ada di kisaran level 5.486-5.317, sementara area resistance berada di kisaran 6.007-6.286.

Rekomendasi saham hari ini mencakup: Mirae Asset: ARTO, BBRI, BRMS; BRI Danareksa: BUVA, INDY, AKRA; MNC Sekuritas: BBRI, MDKA, TINS, EMAS.

Mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Dari 11 sektor, sembilan sektor berhasil mengakhiri sesi di zona hijau, sementara dua sektor lainnya mengalami penurunan tipis. Sektor consumer cyclical memimpin penguatan dengan kenaikan 1,26 persen, diikuti oleh sektor energi dan teknologi yang masing-masing menguat 0,92 persen, serta sektor transportasi yang naik 0,68 persen.

Penguatan juga terjadi pada sektor properti sebesar 0,56 persen, keuangan 0,54 persen, barang baku 0,51 persen, kesehatan 0,40 persen, dan industri yang menguat 0,30 persen. Di sisi lain, hanya dua sektor yang berakhir di zona merah, yaitu sektor infrastruktur yang terkoreksi 0,05 persen dan sektor consumer non-cyclical yang turun tipis 0,03 persen.

Artikel Terkait