🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Ekonomi

Asing Melakukan Pembelian Terbatas, GOTO Mengalami Penjualan Besar-besaran

Di tengah sesi pasar siang, investor asing melakukan pembelian terbatas, sementara GOTO mengalami penjualan yang cukup signifikan, mencapai ratusan miliar rupiah.

Indriani Atmaja

Penulis

07 April 2026
6 kali dibaca
Asing Melakukan Pembelian Terbatas, GOTO Mengalami Penjualan Besar-besaran

Dalam sesi perdagangan siang ini, terlihat adanya aktivitas menarik di pasar saham, di mana investor asing melakukan pembelian yang relatif tipis. Di sisi lain, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengalami penurunan yang cukup drastis, dengan arus penjualan mencapai ratusan miliar rupiah. Pergerakan ini menunjukkan dinamika yang berbeda antara investor domestik dan asing dalam konteks pasar saham Indonesia.

Menurut data perdagangan, pada sesi siang ini, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 29,23 miliar. Meskipun jumlah tersebut terbilang kecil jika dibandingkan dengan transaksi di hari-hari sebelumnya, namun hal ini menunjukkan adanya minat dari pihak asing di tengah kondisi pasar yang volatil. Di sisi yang lain, GOTO mengalami penurunan tajam dalam nilai sahamnya, yang menarik perhatian banyak investor dan analis pasar.

Salah satu analis pasar, Budi Santoso, mengungkapkan, "GOTO telah mengalami fluktuasi yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Dampak dari penjualan besar-besaran ini menunjukkan adanya kekhawatiran di kalangan investor mengenai kinerja perusahaan ke depan." Penjualan mencapai ratusan miliar rupiah, menandai tren negatif yang berkelanjutan pada saham GOTO.

Aktivitas jual beli di pasar saham sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sentimen pasar global, perkembangan ekonomi domestik, dan laporan kinerja perusahaan. Selain itu, keputusan investor untuk membeli atau menjual saham GOTO juga dapat dipengaruhi oleh berita-berita terkini terkait perusahaan dan sektor teknologi di Indonesia.

Dalam beberapa bulan terakhir, GOTO telah mengalami tantangan yang cukup besar, termasuk persaingan yang semakin ketat di sektor fintech dan layanan transportasi online. Pihak manajemen perusahaan juga telah berupaya untuk mengimplementasikan berbagai strategi guna meningkatkan kinerja dan menarik kembali minat investor. Namun, reaksi dari pasar menunjukkan bahwa masih ada ketidakpastian yang harus dihadapi.

Terlepas dari penjualan besar-besaran ini, investor asing tetap mencermati peluang di pasar Indonesia secara keseluruhan. Hal ini terlihat dari masih adanya pembelian oleh investor asing dalam saham-saham lain yang dianggap memiliki prospek positif di tengah ketidakpastian yang ada. Keseimbangan antara pembelian dan penjualan di pasar saham merupakan hal yang wajar, namun perlu diperhatikan lebih lanjut untuk memahami tren yang terjadi.

Melihat ke depan, para pelaku pasar diharapkan dapat terus mengikuti perkembangan situasi GOTO dan dampaknya terhadap pasar saham secara keseluruhan. Dengan ekspektasi perbaikan kinerja perusahaan dan kebijakan ekonomi yang stabil, pasar saham Indonesia berpotensi untuk kembali menarik minat investor baik domestik maupun asing dalam waktu dekat.

Artikel Terkait

Sumber: www.kabarbursa.com