🔴 Breaking
INET Mengakuisisi SGI dengan Nilai Rp280 Miliar, Mencapai 65 Persen Ekuitas Bahaya Tersembunyi di Balik Kesukaan Makan Ikan Asin Penjualan Mobil Maret 2026 Alami Penurunan Drastis Sebesar 24,6 Persen Jika Dibandingkan Dengan Februari ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia INET Mengakuisisi SGI dengan Nilai Rp280 Miliar, Mencapai 65 Persen Ekuitas Bahaya Tersembunyi di Balik Kesukaan Makan Ikan Asin Penjualan Mobil Maret 2026 Alami Penurunan Drastis Sebesar 24,6 Persen Jika Dibandingkan Dengan Februari ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia
Kesehatan

Bahaya Tersembunyi di Balik Kesukaan Makan Ikan Asin

Makan ikan asin terlalu sering dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya.

Agus Wigati

Penulis

11 April 2026
2 kali dibaca
Bahaya Tersembunyi di Balik Kesukaan Makan Ikan Asin

Ikan asin merupakan salah satu makanan yang disukai banyak orang di Indonesia. Namun, di balik kesukaan tersebut, terdapat beberapa risiko penyakit yang dapat mengancam kesehatan jika ikan asin dikonsumsi secara berlebihan. Berikut adalah beberapa risiko penyakit yang dapat timbul akibat mengonsumsi ikan asin terlalu sering.

Pertama, ikan asin dapat meningkatkan tekanan darah. Ikan asin memiliki kandungan garam yang tinggi, yang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Menurut "Setiap 100 gram ikan asin dapat mengandung sekitar 2000 miligram natrium, yang jauh melebihi batas konsumsi harian yang dianjurkan," kata seorang ahli gizi.

Kedua, ikan asin dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. Ikan asin yang diawetkan dengan garam dapat mengandung senyawa karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. "Karsinogenik adalah senyawa yang dapat menyebabkan kanker dengan cara merusak DNA sel-sel tubuh," kata seorang ahli onkologi.

Ketiga, ikan asin dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Ikan asin yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan ginjal karena kandungan garam yang tinggi. "Ginjal yang rusak dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis, yang dapat memerlukan pengobatan yang lama dan mahal," kata seorang ahli nefrologi.

Keempat, ikan asin dapat meningkatkan risiko penyakit osteoporosis. Ikan asin yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan kehilangan kalsium dari tulang, yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis. "Osteoporosis dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah," kata seorang ahli ortopedi.

Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi ikan asin dengan bijak dan tidak berlebihan. "Mengonsumsi ikan asin secukupnya dan mengimbanginya dengan makanan lain yang sehat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh," kata seorang ahli gizi. Selain itu, juga penting untuk memilih ikan asin yang diawetkan dengan cara yang sehat dan tidak mengandung tambahan garam yang berlebihan.

Artikel Terkait

Sumber: www.cnnindonesia.com