Jakarta - Banyak orang yang mengira gejala serangan jantung hanya sekadar masuk angin. Namun, istilah "masuk angin" tidak diakui dalam dunia medis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, masuk angin diartikan sebagai kondisi meriang yang menunjukkan ketidaknyamanan tubuh akibat kurang sehat atau demam. Kesalahpahaman ini dapat berbahaya, karena dapat mengabaikan kondisi serangan jantung yang sebenarnya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali perbedaan antara gejala serangan jantung dan masuk angin.
Perbedaan Gejala Serangan Jantung dan Masuk Angin
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Melisa Aziz, SpJP, menjelaskan bahwa umumnya keluhan masuk angin tidak disertai dengan nyeri dada. Meskipun demikian, sesak napas bisa saja terjadi, yang sering kali membingungkan bagi penderitanya. "Memang orang Indonesia mikirnya itu masuk angin ya," ungkapnya dalam sebuah wawancara.
Gejala utama dari serangan jantung adalah nyeri dada yang biasanya terasa berat, seolah-olah ada benda besar yang menindih. Menurut dr Melisa, dalam beberapa kasus, nyeri ini tidak hanya dirasakan di dada, tetapi juga bisa muncul di ulu hati atau bagian tengah perut, yang sering disalahartikan sebagai masalah pencernaan. Jika gejala muncul secara tiba-tiba, tidak terkait dengan makanan, dan disertai dengan muntah, terutama pada individu yang memiliki faktor risiko atau berusia lanjut, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Beberapa pasien serangan jantung juga melaporkan gejala yang berbeda. "Ada beberapa orang yang gejalanya bukan itu tapi sesak napas. Napasnya tiba-tiba kok sesak banget atau dadanya disertai ada dada berdebar, kayak orang abis lari. Ada juga sebagian orang yang keluhannya disertai oleh muntah-muntah," jelas dr Melisa. Selain itu, pengidap serangan jantung sering mengalami keringat dingin yang berlebihan, mirip dengan kondisi setelah berolahraga berat, yang juga dapat disertai dengan mual dan muntah.
Karena gejala serangan jantung bisa mirip dengan masuk angin, sangat penting untuk tidak menunda pemeriksaan medis. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang pasien untuk selamat dari serangan jantung. "Punya faktor risiko apalagi ya, apalagi usianya sudah tua, harus segera dibawa ke rumah sakit," tambahnya. "Untuk memastikan ini serangan jantung atau bukan," lanjutnya.
Gejala Masuk Angin
Sementara itu, dr Muhammad Yamin SpPJ (K) juga menambahkan bahwa ada gejala khas yang dapat dikenali dari serangan jantung, meskipun sekitar 5-10 persen kasus mungkin menunjukkan gejala yang berbeda. "Gejala serangan jantung yang klasik itu nyeri dada di tengah, menjalar ke leher atau lengan kiri. Dipicu oleh aktivitas, olahraga, atau emosi," ujarnya.
Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan RI, istilah masuk angin merujuk pada kumpulan gejala yang biasanya terkait dengan flu atau influenza yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Gejala yang biasa dialami oleh penderita masuk angin meliputi kondisi tidak enak badan, lesu, mudah lelah, serta nyeri pada persendian atau seluruh tubuh. Influenza umumnya bersifat self-limiting, yang berarti dapat sembuh dengan sendirinya melalui respon kekebalan tubuh, namun dalam kondisi tertentu, virus dapat menyebar dan menyebabkan infeksi saluran pernapasan.