Nasional

Bayer Angkat Simon Rosof untuk Pimpin Divisi Farmasi di Asia Pasifik

Bayer menunjuk Simon Rosof sebagai Head of Asia Pacific untuk Divisi Pharmaceuticals, efektif 1 Juli 2026, dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan di kawasan tersebut.

A
Adhe Dharma
17 July 2026 21 pembaca
jpnn.com Sumber: jpnn.com
Bayer Tunjuk Simon Rosof Untuk Tingkatkan Kinerja Perusahaan di Asia Pasifik
Bayer Tunjuk Simon Rosof Untuk Tingkatkan Kinerja Perusahaan di Asia Pasifik

Bayer, perusahaan farmasi global, melakukan perubahan kepemimpinan di kawasan Asia Pasifik dengan mengangkat Simon Rosof sebagai Head of Asia Pacific untuk Divisi Pharmaceuticals, yang mulai efektif pada 1 Juli 2026. Penunjukan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis di kawasan yang dianggap sebagai salah satu motor utama industri kesehatan dunia.

Berdasarkan informasi, Rosof akan berkantor di Singapura dan juga menjabat sebagai Country Division Head untuk klaster ASEAN. Dalam perannya, dia bertanggung jawab untuk memimpin strategi bisnis dan meningkatkan kinerja perusahaan di seluruh Asia Tenggara. Langkah ini diambil Bayer di tengah meningkatnya peran Asia Pasifik dalam membentuk masa depan industri kesehatan global, dengan populasi lebih dari 2,6 miliar orang dan sistem layanan kesehatan yang berkembang pesat.

Chief Operating Officer Bayer Pharmaceuticals, Sebastian Guth, menyatakan bahwa Rosof memiliki rekam jejak yang kuat dalam mendorong pertumbuhan bisnis dan membangun organisasi berkinerja tinggi. "Simon adalah pemimpin yang telah terbukti memiliki rekam jejak kuat dalam mendorong pertumbuhan bisnis, mengembangkan talenta, dan membangun tim berkinerja tinggi," ungkap Guth.

Bayer menilai Asia Pasifik kini menjadi salah satu kawasan paling strategis bagi industri farmasi global, dengan negara-negara di kawasan ini terus meningkatkan belanja kesehatan dan memperluas akses terhadap layanan medis modern. Perusahaan melihat hal ini sebagai peluang untuk mempercepat adopsi obat-obatan inovatif dan meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.

Rosof membawa pengalaman lebih dari 20 tahun di industri farmasi global. Sebelum menjabat di posisi baru ini, dia adalah Senior Vice President dan Head of Product & Pipeline Bayer Pharmaceuticals di Amerika Serikat. Dalam perannya sebelumnya, Rosof memimpin strategi komersialisasi berbagai portofolio terapi, termasuk onkologi, kardiovaskular, dan kesehatan perempuan.

Rosof juga memiliki pengalaman di berbagai posisi strategis di Bayer dan Bristol Myers Squibb, serta memulai karier di sektor jasa keuangan. Dia meraih gelar MBA dari Tuck School of Business, Dartmouth College, dan gelar Bachelor of Arts di bidang Biologi dari Amherst College. Rosof menilai Asia Pasifik sebagai kawasan dengan peluang pertumbuhan yang besar, baik dari sisi inovasi maupun perluasan akses layanan kesehatan.

Dia menekankan bahwa meningkatnya kebutuhan terhadap terapi inovatif memberikan kesempatan bagi Bayer untuk menghadirkan lebih banyak obat baru kepada masyarakat dan memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan di sektor kesehatan. "Kawasan ini memiliki sejumlah sistem layanan kesehatan paling inovatif di dunia serta populasi pasien yang sangat beragam," tutup Rosof.

Artikel Terkait