Ekonomi

BLTZ Rencanakan Ekspansi Bisnis Kosmetik dan Layanan Pijat

PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) berencana untuk memperluas usaha dengan menambahkan sektor perdagangan kosmetik dan layanan pijat, yang diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan.

E
Eko Prasetyo
16 June 2026 15 pembaca
Ilustrasi bioskop (Foto: Dok. Cinema XXI)
Ilustrasi bioskop (Foto: Dok. Cinema XXI)

PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), yang dikenal sebagai pengelola bioskop CGV Cinemas, mengumumkan rencana untuk memperluas kegiatan usahanya dengan memasukkan industri perdagangan eceran kosmetik dan layanan rumah pijat. Direktur BLTZ, Yang Cheolung, mengungkapkan bahwa penambahan usaha ini bertujuan untuk menghadirkan konsep cultureplex yang mengintegrasikan hiburan, gaya hidup, dan komunitas.

Dalam rencana tersebut, BLTZ akan fokus pada penjualan kosmetik dari merek Korea, memanfaatkan tren K-beauty dan menawarkan pengalaman belanja yang interaktif. Selain itu, akan ada inovasi yang menghubungkan tiket bioskop dengan layanan pijat. "Dengan penambahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan diharapkan dapat mewujudkan visi dan menjaga keberlanjutan kegiatan usahanya, serta memberikan dukungan optimal kepada seluruh pelanggan, pemegang saham, dan stakeholder lainnya," jelasnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada 16 Juni 2026.

Proses Perizinan dan Pendanaan

Sehubungan dengan rencana ekspansi ini, pengurusan izin baru akan dimulai setelah Perseroan mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Cheolung menyatakan bahwa perusahaan akan mengikuti semua ketentuan peraturan perundang-undangan yang relevan, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

BLTZ merencanakan pengeluaran modal sebesar Rp100 juta untuk usaha perdagangan kosmetik, yang akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, termasuk renovasi dan rak display (Rp30 juta), stok produk awal (Rp50 juta), peralatan kasir, komputer, dan printer (Rp5 juta), izin (Rp5 juta), serta promosi awal (Rp10 juta). Sementara itu, untuk layanan pijat, manajemen tidak merencanakan alokasi dana khusus karena hanya memerlukan penambahan menu layanan pada aplikasi dan sistem kasir yang sudah ada.

Kerja Sama dan Pelaksanaan Layanan

Dalam pelaksanaannya, BLTZ tidak akan melakukan pengadaan barang atau tenaga kerja secara langsung untuk layanan pijat. Terapis yang akan memberikan layanan tersebut merupakan tenaga kerja dari pihak ketiga berdasarkan kerja sama yang ada. Pembayaran untuk layanan pijat akan dilakukan oleh pelanggan kepada Perseroan, yang kemudian akan membayar penyedia jasa pijat berdasarkan skema bagi hasil. "Selanjutnya, Perseroan akan melakukan pembayaran kepada penyedia jasa pijat berdasarkan porsi bagi hasil sebagaimana akan diatur lebih lanjut dalam perjanjian kerja sama," ungkap Cheolung.

Layanan pijat direncanakan akan tersedia di dalam auditorium saat pelanggan menonton film. Penjualan kosmetik dan layanan pijat akan dikelola langsung oleh BLTZ dan tidak melalui anak perusahaan. Target pasar untuk produk kosmetik ini adalah konsumen yang tertarik dengan K-Beauty, terutama remaja dan dewasa, serta masyarakat kelas menengah yang mengikuti tren kecantikan modern.

Cheolung menambahkan bahwa Perseroan akan memastikan semua produk yang dijual telah memenuhi persyaratan perizinan yang berlaku di Indonesia, dan akan bekerja sama dengan importir kosmetik yang memiliki izin untuk mengimpor produk dari Korea Selatan. Untuk layanan pijat, BLTZ akan beroperasi di CGV Mall Pacific Place, dengan terapis yang merupakan karyawan dari pihak ketiga.

Untuk menjaga kenyamanan pelanggan, layanan pijat akan tersedia secara eksklusif di auditorium kelas gold, yang menawarkan ruang lebih luas untuk pelaksanaan layanan tanpa mengganggu pengalaman menonton film. Rincian lebih lanjut mengenai kerja sama dan skema pembagian pendapatan antara BLTZ dan penyedia jasa pijat masih dalam tahap pembahasan.

Cheolung menekankan bahwa penyedia jasa layanan pijat akan menagihkan biaya jasa kepada Perseroan sesuai dengan jumlah layanan yang diberikan, memastikan transparansi dan efisiensi dalam operasional layanan baru ini.

Artikel Terkait