JAKARTA, iNews.id - Burhanuddin Muhtadi, yang juga merupakan pendiri dan peneliti utama Indikator Politik Indonesia, memberikan perhatian khusus terhadap survei yang dirilis oleh IndexMundi Global Surveys. Ia menilai terdapat kelemahan dalam metodologi yang digunakan dalam survei tersebut.
Menurut Burhanuddin, hasil survei seharusnya didasarkan pada metode penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Salah satu temuan dari survei IndexMundi yang mendapat banyak perhatian adalah penilaian terhadap Polri, yang dianggap sebagai institusi paling korup di kawasan Asia Tenggara.
Kritik terhadap Metodologi Survei
"Kelemahan utama metodologi IndexMundi Global Surveys terletak pada penggunaan survei online terbuka (open web-based polling) tanpa kontrol sampel yang ketat," ungkap Burhanuddin di Jakarta pada Rabu (8/7/2026). Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengumpulan data melalui survei daring terbuka tidak dapat mencerminkan kondisi populasi secara keseluruhan.
Persepsi Subjektif Pengguna Internet
Burhanuddin menambahkan bahwa data yang diperoleh hanya mencerminkan pandangan dari sebagian pengguna internet yang memilih untuk berpartisipasi. "Data yang dihasilkan mencerminkan persepsi subjektif pengguna internet, bukan data statistik empiris yang terverifikasi secara ilmiah," ujarnya.