Kesehatan

Cara Mengenali Kanker Testis Menurut Dokter Urologi

Seorang dokter spesialis urologi menjelaskan pentingnya pemeriksaan testis untuk mendeteksi kanker, terutama bagi pria yang mengalami gejala seperti benjolan.

A
Agus Wigati
29 June 2026 17 pembaca
Foto: ilustrasi/thinkstock
Foto: ilustrasi/thinkstock

Jakarta - Dr. Jamin Brahmbhatt, seorang dokter spesialis urologi dan ahli bedah robotik dari Orlando Health AS, berbagi pengalamannya yang sering ia temui dalam praktik. Suatu ketika, seorang pria datang bersama pasangannya setelah berbulan-bulan merasakan adanya benjolan di testis. Pria tersebut awalnya mengabaikan gejala tersebut hingga akhirnya terpaksa memeriksakan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan USG, benjolan tersebut ternyata hanya kista jinak, bukan kanker.

“Dia berkata kepada kekasihnya, 'Lihat kan, aku bilang juga tidak apa-apa.' Saya justru mengatakan bahwa dia seharusnya berterima kasih karena hasilnya bisa saja sangat berbeda,” ungkap Dr. Brahmbhatt. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar benjolan pada testis bukanlah kanker, ada juga yang bisa menjadi tanda awal kanker testis, sehingga pemeriksaan harus dilakukan tanpa penundaan.

Pentingnya Pemeriksaan Mandiri

Dr. Brahmbhatt mengungkapkan bahwa ia baru pertama kali memeriksa testisnya sendiri saat menjalani pendidikan kedokteran di bidang urologi. Pada saat itu, ia menemukan benjolan kecil dan merasa panik. Namun, setelah diperiksa, benjolan tersebut hanya kista jinak yang mungkin sudah ada sejak lahir. Pengalaman ini membuatnya menyadari betapa pentingnya mengenali kondisi tubuh sendiri.

Ia menyarankan agar pria melakukan pemeriksaan testis secara rutin, misalnya saat mandi. Pemeriksaan tidak perlu dilakukan setiap bulan dengan ketat, tetapi cukup dilakukan secara berkala untuk memahami kondisi normal testis masing-masing. “Semakin mengenal kondisi normal tubuh, semakin mudah menyadari jika terjadi perubahan,” tambahnya. Pemeriksaan mandiri ini hanya memerlukan waktu kurang dari dua menit.

Mengetahui Kondisi Normal Testis

Testis memiliki dua fungsi utama, yaitu memproduksi sperma dan menghasilkan hormon testosteron yang penting bagi massa otot, kepadatan tulang, gairah seksual, suasana hati, dan energi tubuh. Dr. Brahmbhatt menjelaskan beberapa kondisi yang masih tergolong normal, antara lain:

  • Salah satu testis, biasanya sebelah kiri, sedikit lebih rendah dibandingkan yang lainnya.
  • Ukuran kedua testis tidak selalu sama.
  • Terdapat struktur lunak menyerupai gulungan kecil di bagian belakang testis yang disebut epididimis, bukan tumor.
  • Muncul kista kecil pada testis atau epididimis yang umumnya bersifat jinak.
  • Pembuluh darah yang membesar di atas testis (varikokel), selama tidak menimbulkan keluhan berat.
  • Posisi testis yang naik turun akibat perubahan suhu, olahraga, atau rangsangan seksual.

Namun, yang perlu diwaspadai adalah munculnya benjolan keras pada testis, terutama jika tidak disertai rasa nyeri. Menurut Dr. Brahmbhatt, kondisi tersebut merupakan tanda klasik kanker testis. Berdasarkan data dari American Cancer Society, diperkirakan sekitar 9.800 pria di AS akan didiagnosis kanker testis pada tahun 2026, dan penyakit ini paling sering menyerang pria muda, terutama yang berusia antara 20 hingga 30 tahun.

Meskipun demikian, kanker testis termasuk jenis kanker dengan tingkat kesembuhan yang tinggi jika terdeteksi sejak dini, dengan peluang bertahan hidup mencapai sekitar 99 persen. Oleh karena itu, siapa pun yang menemukan benjolan keras pada testis disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter, meskipun tidak merasakan keluhan apa pun. Pemeriksaan fisik, USG, dan tes laboratorium dapat membantu menentukan apakah benjolan tersebut adalah tumor jinak atau kanker.

Dr. Brahmbhatt juga mengingatkan bahwa tidak semua kelainan pada testis berarti kanker. Pembengkakan yang disertai nyeri, kemerahan, rasa hangat, demam, atau nyeri saat buang air kecil bisa menandakan epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis, yang umumnya dapat diobati dengan antibiotik, obat antiinflamasi, dan istirahat. Namun, jika muncul nyeri hebat secara mendadak pada salah satu testis, ini bisa menjadi tanda torsi testis, yang merupakan keadaan darurat medis yang harus segera ditangani. “Jika tidak segera diatasi dalam hitungan jam, testis bisa kehilangan suplai darah dan akhirnya tidak dapat diselamatkan,” jelasnya.

Artikel Terkait