Ekonomi

CLEO Raih Penjualan Rp774 Miliar, Targetkan Pertumbuhan Dua Digit

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) melaporkan pencapaian penjualan sebesar Rp774,4 miliar pada kuartal I 2026, mengalami kenaikan 15,8 persen dibandingkan tahun lalu. Perusahaan ini optimis dapat mempe...

D
Dinda Mughni
22 June 2026 8 pembaca
Publik Expose CLEO. Foto: dok CLEO.
Publik Expose CLEO. Foto: dok CLEO.

PT Sariguna Primatirta Tbk, yang dikenal dengan merek CLEO, mulai merasakan hasil dari strategi ekspansinya yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Pada kuartal pertama tahun 2026, perusahaan yang bergerak di bidang produksi air minum dalam kemasan ini mencatat penjualan sebesar Rp774,4 miliar, meningkat 15,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan ini juga berdampak positif pada laba bersih CLEO yang mencapai Rp123 miliar, mengalami kenaikan 5,2 persen secara tahunan. Manajemen perusahaan menilai bahwa kinerja yang membaik ini didukung oleh operasional yang solid, efisiensi yang lebih baik, serta kontribusi positif dari semua lini bisnis yang dijalankan. Hal ini menjadi tanda bahwa investasi dan ekspansi yang dilakukan perusahaan mulai menunjukkan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis dan profitabilitasnya.

Inisiatif Ekspansi Berlanjut

Di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri air minum dalam kemasan, CLEO terus melanjutkan berbagai inisiatif ekspansi untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas jangkauan pasarnya. Perusahaan juga memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp60 miliar dari laba tahun buku 2025. CEO CLEO, Melisa Patricia, menyatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi dan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

"Di tengah berbagai langkah ekspansi yang terus dijalankan, Perseroan tetap berkomitmen memberikan apresiasi kepada pemegang saham melalui pembagian dividen. Kami percaya ekspansi yang dilakukan hari ini akan memperkuat posisi CLEO di industri sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan ke depan," ujar Melisa Patricia dalam keterangannya.

Peningkatan Jaringan Distribusi

Ekspansi yang dilakukan oleh CLEO tidak hanya terbatas pada penambahan kapasitas produksi, tetapi juga pada penguatan jaringan distribusi di seluruh Indonesia. Per Maret 2026, perusahaan telah memiliki 430 jaringan distribusi dan sekitar 11.000 mitra distribusi yang tersebar di berbagai wilayah. Infrastruktur distribusi yang kuat ini menjadi modal penting bagi CLEO untuk meningkatkan ketersediaan produk dan memperluas penetrasi pasar.

Perusahaan menilai bahwa jaringan operasional yang luas merupakan salah satu faktor kunci dalam mempertahankan daya saing di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Selain itu, CLEO juga terus berinovasi dalam produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Manajemen percaya bahwa keunggulan di industri tidak hanya bergantung pada jaringan yang kuat, tetapi juga pada portofolio produk yang relevan dan mudah diterima oleh pasar.

Manajemen CLEO optimis bahwa tren pertumbuhan yang positif akan berlanjut sepanjang tahun 2026, seiring dengan mulai terlihatnya manfaat dari berbagai ekspansi yang telah dilakukan. Perusahaan menargetkan pertumbuhan kinerja dua digit pada tahun ini dengan memanfaatkan kapasitas produksi yang semakin optimal, jaringan distribusi yang kuat, serta kemampuan untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

"Kami percaya ekspansi yang dilakukan hari ini akan memperkuat posisi CLEO di industri sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan ke depan," tambah Melisa Patricia. Dengan fondasi bisnis yang semakin kokoh dan peluang pasar yang masih terbuka lebar, CLEO merasa berada dalam posisi yang strategis untuk terus meningkatkan daya saing dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Artikel Terkait