Transformasi digital sering kali dianggap sebagai solusi utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertahan di tengah perkembangan zaman. Namun, bagi banyak pelaku usaha rumahan, beralih ke dunia digital bukanlah hal yang mudah. Tantangan yang dihadapi tidak hanya sebatas masalah koneksi internet, tetapi juga mencakup ketimpangan dalam literasi teknologi, kurangnya identitas digital yang terintegrasi, serta manajemen layanan pelanggan yang masih dilakukan secara tradisional. Tanpa adanya pendampingan yang tepat dari awal hingga akhir, penerapan teknologi justru dapat menjadi beban baru daripada solusi. Oleh karena itu, untuk mengatasi kesenjangan digital ini, diperlukan langkah konkret melalui penyediaan infrastruktur teknologi yang sederhana, sesuai kebutuhan, dan mudah dikelola oleh komunitas lokal.
Kesadaran akan pentingnya penguatan kapasitas digital berbasis komunitas menjadi pendorong utama dalam pemanfaatan teknologi tepat guna oleh Perkumpulan UMKM Kademangan yang berada di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional dengan judul “Penguatan Pemasaran Digital Perkumpulan UMKM Kademangan, Setu melalui Sistem Informasi Katalog Produk, Optimalisasi Google Business Profile (SEO Lokal), dan WhatsApp Business,” intervensi ini ditujukan untuk mengatasi akar masalah yang selama ini menghambat potensi pasar produk lokal.
Kerja Sama Strategis untuk Inovasi
Langkah ini diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) antara Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Sinergi ini bertujuan agar inovasi teknologi dari ruang kuliah dapat langsung diterapkan kepada pelaku usaha kerajinan dan pangan lokal, seperti pengrajin Batik Setu, pembuat tas rumahan, serta produsen kuliner khas seperti kacang Tangsel, bolen, dan berbagai jenis keripik.
Berdasarkan pemetaan masalah yang dilakukan, pelaku usaha di Kademangan menghadapi tiga kerentanan utama yang saling terkait: (1) belum adanya katalog digital terintegrasi untuk menampilkan produk unggulan secara sistematis, (2) rendahnya visibilitas toko pada mesin pencarian lokal, dan (3) sistem layanan pelanggan yang masih dilakukan secara manual. Kerentanan ini menyebabkan produk berkualitas mereka sering kali tidak terdeteksi oleh calon konsumen di sekitar mereka.
Solusi Digital untuk Pemasaran UMKM
Dalam rangka mendukung UMKM lokal, program PkM Nasional ini meluncurkan solusi terintegrasi dengan mengembangkan tiga instrumen digital utama: Sistem Informasi Katalog Berbasis Web, Optimalisasi Google Business Profile (SEO Lokal), dan Implementasi WhatsApp Business. Sistem Informasi Katalog Berbasis Web berfungsi sebagai platform etalase digital yang memungkinkan konsumen untuk melihat variasi dan spesifikasi produk dengan mudah. Optimalisasi Google Business Profile bertujuan agar toko fisik atau usaha rumahan di Kademangan dapat muncul di halaman pertama Google Maps dan pencarian lokal ketika konsumen mencari produk terkait di Tangerang Selatan. Implementasi WhatsApp Business mengalihkan sistem komunikasi manual ke platform bisnis dengan fitur pesan otomatis, label kategori, dan statistik pesan untuk meningkatkan pelayanan pelanggan.
Untuk memastikan bahwa teknologi ini tidak hanya menjadi artefak digital, pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan intensif dan pendampingan langsung. Tim pelaksana yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu diketuai oleh Denisha Trihapningsari, bersama dengan anggota lainnya yang memiliki tanggung jawab spesifik dalam pengembangan sistem dan strategi konten.
Target dari program ini dirancang dengan ketat dan terukur, tidak hanya berfokus pada dokumentasi seremoni. Sasaran utama mencakup website katalog produk yang aktif, akun Google Business Profile yang teroptimasi, serta ekosistem WhatsApp Business yang siap digunakan. Selain itu, data dan evaluasi dari program ini akan dipublikasikan secara ilmiah sebagai referensi akademis dan media promosi.
Dengan pendekatan yang berbasis pada kebutuhan nyata, diharapkan literasi digital pelaku usaha akan meningkat secara signifikan, sehingga memperluas jangkauan pasar dan memperkuat daya saing ekonomi lokal di tengah persaingan pasar digital yang semakin ketat. Model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas pelaku usaha ini diharapkan dapat menjadi cetak biru pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di wilayah lain.
Peluncuran program ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Lurah Kademangan, dan Dekan FST. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa digitalisasi di tingkat akar rumput akan memberikan dampak yang lebih besar jika dilakukan secara kolaboratif.