Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, meminta agar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta diplomat Indonesia di luar negeri lebih proaktif dalam menyampaikan bukti-bukti kekerasan yang dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) kepada komunitas internasional. Permintaan ini disampaikan setelah terjadinya pembunuhan tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dino menegaskan bahwa pembunuhan yang terekam dalam video tersebut menunjukkan tindakan kekerasan terhadap individu yang tidak bersenjata. Ia menilai pentingnya penyebaran informasi ini agar pihak-pihak di luar negeri, terutama yang mendukung OPM, dapat melihat gambaran yang lebih jelas mengenai tindakan kelompok tersebut.
Pentingnya Penyebaran Informasi
Menurut Dino, informasi yang akurat diperlukan agar komunitas internasional memahami situasi di lapangan dan tidak hanya menerima narasi dari satu sisi. Ia percaya bahwa langkah ini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menjelaskan kondisi Papua kepada publik internasional. Dalam pernyataannya, Dino juga menegaskan bahwa tidak ada negara atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendukung gerakan separatis OPM.
“Jelaskan kepada mereka bahwa, dan ini fakta, tidak ada satu pun negara di dunia yang mendukung gerakan OPM dan PBB sama sekali tidak mendukung mereka maupun gerakan separatis apa pun di Indonesia,” ungkapnya. Dino juga menambahkan bahwa negara-negara lain akan mengambil tindakan tegas jika menghadapi aksi pembunuhan terhadap warga sipil seperti yang terjadi di Yahukimo.
Seruan untuk Tindakan Keamanan
Selain mendorong langkah diplomasi, Dino meminta kepada aparat keamanan untuk segera mengidentifikasi, menangkap, dan mengadili semua pelaku pembunuhan tiga warga sipil tersebut. Ia mengimbau agar TNI dan Polri dapat segera mengidentifikasi dan mengejar pelaku yang ada dalam video serta mengadili mereka sesuai hukum.
“Kami mengimbau agar aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, dapat segera mengidentifikasi, mengejar, dan menangkap seluruh pelaku yang ada dalam video serta mengadili mereka secara hukum,” tegasnya. Di sisi lain, Dino juga mengingatkan agar operasi penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan menghormati hak asasi manusia.
“Dalam operasi pengejaran terhadap para pelaku, kami mengimbau agar TNI dan Polri dapat bergerak cepat secara profesional dan proporsional, dapat memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat di Papua, serta menjunjung hak asasi manusia,” tutup Dino.