Ekonomi

Kerja Sama BEI dan Fintech Alpaca, Investor Indonesia Dapat Akses ke 50 Bursa Global

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjalin kemitraan dengan perusahaan fintech asal Amerika Serikat, Alpaca, untuk memberikan akses pasar modal internasional bagi investor Indonesia.

J
Jaya Abdi
02 September 2026 1 pembaca
Karunia Putri
Karunia Putri

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan kolaborasi dengan Alpaca, sebuah perusahaan teknologi finansial yang berasal dari Amerika Serikat. Kerja sama ini merupakan langkah awal bagi BEI untuk mengeksplorasi penyediaan akses pasar modal internasional bagi investor di Indonesia serta pelaku pasar global.

Jeffrey Hendrik, Direktur Utama BEI, menyatakan bahwa kemitraan ini berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru bagi anggota bursa. Dengan adanya kerja sama ini, investor Indonesia yang sebelumnya berinvestasi di saham luar negeri melalui platform di luar anggota bursa kini memiliki kesempatan untuk mengakses pasar global melalui perusahaan sekuritas yang ada di dalam negeri. “Ini tentu akan menjadi potensi bisnis, potensi pendapatan baru bagi anggota bursa kita,” ungkap Jeffrey saat acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BEI dan AlpacaDB Inc di Gedung BEI, Jakarta, pada Selasa (1/9).

Potensi Akses ke Bursa Internasional

Alpaca telah terhubung dengan lebih dari 50 bursa dan memiliki izin operasi di berbagai negara. Melalui kerja sama ini, anggota bursa Indonesia dapat menjalin koneksi dengan Alpaca untuk mengakses berbagai bursa internasional. “Sehingga investor itu bisa terekspos ke banyak bursa di luar negeri,” tambahnya.

Jeffrey menjelaskan bahwa selama ini anggota bursa BEI belum dapat memberikan layanan untuk transaksi aset atau instrumen investasi di luar negeri. Namun, dengan adanya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), kini terdapat peluang bagi anggota bursa untuk menawarkan layanan tersebut. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyusun peraturan yang menjadi dasar pelaksanaan layanan ini. Oleh karena itu, BEI mulai mempersiapkan Anggota Bursa untuk dapat mengakses pasar luar negeri.

Persiapan Infrastruktur dan Ekosistem

“Dengan UU P2SK itu sebenarnya sudah memungkinkan. Saat ini OJK juga sedang menyusun pengaturannya,” jelas Jeffrey. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Alpaca merupakan salah satu langkah BEI dalam mempersiapkan infrastruktur dan ekosistem yang diperlukan. Anggota bursa nantinya akan terhubung dengan Alpaca yang akan menyediakan akses ke berbagai bursa internasional.

Inisiatif ini juga sebagai respons terhadap kebutuhan anggota bursa untuk memperluas pilihan investasi bagi investor di Indonesia. Sebelumnya, akses ke pasar luar negeri hanya tersedia melalui mekanisme yang ada dalam kerangka pasar berjangka. Dengan beralihnya kewenangan pengaturan dan pengawasan produk derivatif keuangan, termasuk produk aset luar negeri (PALN), kepada OJK, BEI dan anggota bursa melihat peluang untuk mengeksplorasi penyediaan layanan PALN melalui anggota bursa di pasar modal.

Dalam kerjasama ini, BEI dan Alpaca akan saling bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai mekanisme akses ke pasar luar negeri. BEI juga akan mempelajari berbagai ketentuan dan model yang dapat diterapkan di Indonesia, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pasar serta regulasi yang berlaku. Jeffrey menegaskan bahwa penandatanganan MoU dengan Alpaca merupakan tahap awal dari penjajakan dan pertukaran pengetahuan, dan tidak berarti Alpaca menjadi satu-satunya pihak yang akan memfasilitasi layanan PALN bagi anggota bursa.

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id. Dapatkan pengalaman membaca yang lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya melalui aplikasi mobile Katadata.

Artikel Terkait