Ekonomi

Dividen Tunai Diberikan oleh OBAT Meski Saham Mengalami Tekanan

PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) tetap melanjutkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham meskipun kinerja sahamnya sedang tertekan. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Sah...

V
Vina Maharani
13 May 2026 13 pembaca
Dividen Tunai Diberikan oleh OBAT Meski Saham Mengalami Tekanan
PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) memutuskan membagikan dividen tunai. Foto: dok OBAT

PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham di tengah upaya pengembangan bisnis di sektor biofarmaka. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 11 Mei 2026.

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2025 dengan alokasi sebesar 20 persen untuk dividen. Hasil dari keputusan ini menghasilkan nilai dividen sebesar Rp7,548 per saham. Dengan total saham yang beredar sebanyak 680.376.575 lembar, total dividen yang dibagikan mencapai Rp5.135.482.388.

Agenda Rapat Umum Pemegang Saham

Pembagian dividen ini dibahas bersamaan dengan sejumlah agenda korporasi lainnya dalam RUPS, termasuk persetujuan laporan tahunan, pengesahan laporan keuangan, serta penetapan susunan direksi dan komisaris perusahaan. Rapat juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Robert, Rudi, Yansen dan Rekan sebagai auditor laporan keuangan untuk tahun buku 2026.

Selain itu, susunan direksi dan komisaris perusahaan tetap dipertahankan hingga 31 Desember 2026. Is Heriyanto akan terus menjabat sebagai Direktur Utama, bersama dengan Atik Setyaningsih dan Angga Arie Wibowo sebagai direktur. Sementara itu, jajaran komisaris terdiri dari Machmud Lutfi Huzain sebagai Komisaris Utama, Narno Raharjo sebagai Komisaris, dan Dahlan Iskan sebagai Komisaris Independen.

Kinerja Saham OBAT

Di pasar saham, pergerakan saham OBAT dalam beberapa waktu terakhir mengalami tekanan. Saham perusahaan diperdagangkan di kisaran Rp304 per lembar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp210 miliar. Secara year to date, saham OBAT telah terkoreksi sekitar 20,62 persen. Dalam enam bulan terakhir, penurunan saham mencapai 28,70 persen, sedangkan dalam satu tahun terakhir turun sekitar 39,01 persen.

Dari sisi valuasi, saham OBAT saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PE) sekitar 11,12 kali dan price to book value (PBV) 1,52 kali. Dividend yield tercatat sekitar 7,26 persen. Data kinerja laba menunjukkan bahwa laba bersih tahunan perusahaan mengalami penurunan dalam beberapa periode terakhir. Laba bersih tahunan untuk 2026 tercatat sekitar Rp12 miliar, menurun dibandingkan dengan Rp23 miliar pada 2025 dan Rp29 miliar pada 2024.

Pada kuartal pertama tahun 2026, laba bersih perusahaan tercatat sekitar Rp3 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp7 miliar. Meskipun demikian, perusahaan tetap melanjutkan pembagian dividen tunai. Rasio pembayaran dividen atau payout ratio tercatat sekitar 130,49 persen berdasarkan data annualised 2026.

Artikel Terkait