Pendidikan

Dua Program Studi di SMKN 61 Jakarta Raih Sertifikasi Internasional, Lulusan Berpeluang Menjadi Perwira Kapal

SMKN 61 Jakarta berhasil memperoleh sertifikat internasional untuk dua jurusan, memberikan kesempatan bagi lulusannya untuk bersaing di dunia pelayaran global.

D
Darma Yudhistira
26 June 2026 29 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Dua Program Studi di SMKN 61 Jakarta Raih Sertifikasi Internasional, Lulusan Berpeluang Menjadi Perwira Kapal
Sumber gambar: kompas.com

SMKN 61 Jakarta telah menunjukkan kemajuan dalam kualitas akademik dengan dua jurusan yang kini mendapatkan sertifikat persetujuan berdasarkan International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. Sekolah kejuruan yang terletak di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu ini memiliki total lima jurusan, di mana dua di antaranya, yaitu Nautika Kapal Niaga dan Teknikan Kapal Niaga, baru saja menerima sertifikasi tersebut.

Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Tohari, kepada Kepala Sekolah SMKN 61 Jakarta, Firdaus, pada Kamis (25/6/2026) di lingkungan sekolah yang menerapkan sistem ketarunaan. Tohari menyampaikan, "Ini dari 2019 disahkan, 2022 diusulkan untuk approval. Seiring berjalannya waktu sampai tanggal kemarin 23, sehari setelah HUT Jakarta, kita mendapatkan sertifikat pengakuan atau sertifikat approval dari Kementerian Perhubungan. Ini sebuah kado buat ulang tahun Jakarta, SMK Negeri 61 memberikan hadiah untuk warganya khususnya anak-anak kita."

Peluang Karir Lulusan yang Lebih Baik

Dengan diraihnya sertifikat ini, lulusan SMKN 61 diharapkan dapat bersaing di tingkat internasional. Tohari menjelaskan, "Kemarin anak-anak lulusan dari SMKN 61 itu belum bisa bersaing menjadi perwira. Kalaupun dia bekerja, jadi ABK. Dengan menerima sertifikat approval ini Insya Allah, anak-anak sudah mengantongi namanya ANT 4. Dia punya sertifikat untuk melanjutkan ke ANT 3, 2, dan 1 sehingga besok punya potensi untuk menjadi perwira di kapal. Bisa jadi kapten."

Sebelumnya, pada tahun 2022, Jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan telah mendapatkan approval dari Kementerian Kelautan. Dua jurusan lainnya di SMKN 61 adalah Kuliner serta Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut (AP-APL).

Fasilitas Belajar yang Modern

SMKN 61 Jakarta dilengkapi dengan ruang simulator canggih yang memungkinkan siswa untuk belajar mengemudikan kapal dalam berbagai kondisi, termasuk situasi buatan seperti gelombang tinggi dan badai. Simulator ini tidak hanya mencakup lautan domestik, tetapi juga medan dari samudera lepas di benua lain.

Salah satu guru dari jurusan Nautika Kapal Niaga, Rusli, menjelaskan bahwa siswa kelas 10 akan memulai dengan teori di ruang kelas. "Dasar itu ilmu tentang konstruksi kapal. Kedua, tentang koordinasi di atas kapal. Kemudian tentang Undang-undang pelayaran, tentang keselamatan, alat-alat keselamatan. Terus tentang ilmu-ilmu pelayaran, seperti contohnya aturan-aturan regulasi. Itu dasar dulu," ungkap Rusli.

Di kelas 11, siswa akan mempelajari keterampilan seperti kemudi kompas, sistem navigasi elektronik, ilmu pelayaran datar, serta peraturan pencegahan tubrukan laut (P2TL). Pada kelas 12, mereka akan berkesempatan belajar di ruang simulator. "Wajib masuk ke ruangan ini sebelum mereka PKL atau Prala. Kalau untuk PKL itu selamanya sekitar 6 bulan. Tujuannya untuk memenuhi persyaratan agar anak-anak bisa ngambil SCRB," tambah Rusli.

PKL harus dilakukan di atas kapal dengan ukuran di atas 500 GT di berbagai lokasi di Indonesia, dan jika mengikuti Perala, siswa dapat melakukannya di luar negeri selama setahun. "SCRB itu merupakan rescue boat-nya. Jika kapal terjadi kebakaran, otomatis tenggelam. Dia harus menyelamatkan diri. Rescue boat ini merupakan salah satu syarat dari sebelas syarat yang dipersyaratkan oleh Perla, Perhubungan Laut untuk mengambil ahli notika tingkat empat. Jadi bertahap," tutup Rusli.

Artikel Terkait