Pendidikan

Groundbreaking TK Aisyiyah Pembina Unit 2 di Banguntapan

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza, melakukan groundbreaking pembangunan TK Aisyiyah Pembina Unit 2 di Bantul sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan.

A
Adhe Dharma
24 July 2026 3 pembaca
Wamendikdasmen Fajar Riza melakukan groundbreaking TK Aisyiyah Pembina Unit 2 di Banguntapan, Bantul sebagai komitmen pemerataan akses pendidikan. /Istimewa.
Wamendikdasmen Fajar Riza melakukan groundbreaking TK Aisyiyah Pembina Unit 2 di Banguntapan, Bantul sebagai komitmen pemerataan akses pendidikan. /Istimewa.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melakukan groundbreaking pembangunan TK Aisyiyah Pembina Unit 2 di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Bantul, pada Kamis (23/7/2026). Pembangunan taman kanak-kanak ini ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga empat bulan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Peletakan batu pertama ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan yang setara kepada seluruh penyelenggara pendidikan, baik sekolah negeri maupun lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat. Fajar menjelaskan bahwa sebelum menghadiri agenda di Bantul, ia lebih dulu meresmikan laboratorium dan ruang teknologi informasi di salah satu pondok pesantren di Sleman, yang merupakan bantuan pemerintah yang direalisasikan pada 2025.

“Kalau tadi pagi meresmikan pembangunan yang sudah selesai, siang ini kita melakukan groundbreaking. Mudah-mudahan cepat selesai dalam tiga sampai empat bulan ke depan,” ujarnya. Fajar menuturkan bahwa sejak mendapat mandat dari Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh lembaga pendidikan tanpa membedakan status pengelolanya.

“Sejak kami diberikan mandat oleh Bapak Presiden Prabowo, kami memberikan perhatian yang sama. Tidak hanya untuk sekolah-sekolah negeri, tetapi juga sekolah yang diselenggarakan kelompok masyarakat, baik Muhammadiyah, NU, Persis, Taman Siswa, PGRI maupun yayasan lainnya. Mereka berhak mendapatkan akses yang sama. Ini adalah komitmen kami menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.

Fajar juga mengungkapkan pengalamannya saat berkunjung ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, di mana ia menemukan sejumlah sekolah Muhammadiyah yang tetap memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak Suku Bajo. Ia mencatat bahwa fasilitas pendidikan di sekolah tersebut telah mengalami peningkatan setelah memperoleh program rehabilitasi pemerintah pada 2025.

“Getaran dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah sudah terasa sampai ke ujung negeri. Tidak hanya di Jogja sebagai ibu kota Muhammadiyah, tetapi juga sampai ke Wakatobi yang menjadi kawasan tempat tinggal masyarakat Suku Bajo,” katanya. Fajar berharap pembangunan TK Aisyiyah Pembina Unit 2 di Potorono, Banguntapan, Bantul semakin memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini.

Ia juga menyinggung pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap pendidikan dalam keluarga. “Ujung tombak pendidikan sebenarnya ada di keluarga. Masa depan pendidikan tidak hanya berada di sekolah formal maupun nonformal, tetapi juga bagaimana pola pengasuhan dalam keluarga dibangun dengan baik,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Latifah Iskandar, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap pembangunan TK Aisyiyah Pembina Unit 2 di Potorono, Banguntapan. Ia menyatakan bahwa bantuan tersebut menjadi amanah yang akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperluas layanan pendidikan anak usia dini.

“Kami bersyukur diberi amanah oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Insyaallah amanah ini akan kami jalankan dengan semaksimal mungkin,” kata Latifah. Ia menambahkan bahwa Aisyiyah memiliki tradisi gotong royong yang telah lama menjadi kekuatan dalam membangun amal usaha pendidikan.

Latifah berharap dukungan pemerintah terhadap pembangunan taman kanak-kanak tidak berhenti di Potorono, tetapi juga menjangkau daerah lain yang masih membutuhkan fasilitas pendidikan. Keberadaan TK Aisyiyah Pembina Unit 2 diharapkan menjadi sarana pendidikan yang representatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat Potorono dan sekitarnya dalam memperluas akses pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Artikel Terkait