Kegiatan Wisuda Gelombang III Universitas Padjadjaran (Unpad) Tahun Akademik 2025/2026 menyajikan momen yang mengharukan. Hasbi Ridla Ilahi, seorang wisudawan Tuli, terpilih untuk memberikan pidato mewakili teman-temannya di Graha Sanusi Hardjadinata, Bandung, pada Selasa (5/5/2026). Dalam pidatonya, Hasbi berbagi cerita mengenai tantangan yang dihadapinya selama menjalani perkuliahan.
Perjuangan di Tengah Hambatan
Di awal perkuliahan, Hasbi mengungkapkan bahwa ia menghadapi kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan. Keterbatasan akses informasi membuatnya merasa terasing dalam suasana kelas yang ramai. Ia bahkan sempat merasa putus asa dan mempertimbangkan untuk berhenti kuliah karena merasa lingkungan akademis tidak memenuhi kebutuhannya sebagai penyandang disabilitas. "Bagi saya seorang Tuli, informasi sangat sulit saya dapatkan. Banyak tantangan yang saya hadapi, bahkan saya sempat merasa tidak cocok berada di sini dan ingin mundur," ujarnya, yang saat itu didampingi oleh Fransisca Octi, penerjemah bahasa isyarat.
Komitmen Unpad terhadap Inklusi
Titik balik bagi Hasbi terjadi ketika Unpad menunjukkan komitmennya untuk menjadi kampus yang inklusif. Melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD), ia mendapatkan pendampingan dari Juru Bahasa Isyarat (JBI). "Unpad ternyata memperhatikan aksesibilitas yang saya butuhkan. Ada fasilitas JBI yang membantu saya memperoleh informasi, baik di dalam maupun di luar kelas," ungkap mahasiswa Program Studi Kearsipan Digital ini.
Kehadiran JBI serta dukungan dari dosen dan teman-teman sangat berarti bagi Hasbi. Dari keinginan untuk menyerah, ia berhasil menyelesaikan studinya dengan baik. Dalam pidatonya, ia memberikan penghargaan kepada semua pihak di Unpad yang telah berjuang menyediakan ruang bagi penyandang disabilitas. "Unpad sudah berjuang untuk itu, terima kasih Unpad. Ke depannya, kita bisa bersama-sama untuk melangkah lebih inklusif lagi, memberi akses untuk semuanya," katanya dengan penuh haru.
Hasbi juga menyampaikan pesan penting kepada orangtua dan masyarakat agar tidak ragu memberikan kesempatan pendidikan tinggi kepada penyandang disabilitas. "Saya Tuli, saya bisa wisuda hari ini, dan saya bangga bisa wisuda bersama teman-teman semua," tegasnya.
Pesan inklusivitas yang disampaikan Hasbi sejalan dengan pernyataan Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita, yang menekankan bahwa Unpad mendidik lulusannya untuk menjadi pencipta nilai, bukan sekadar pencari kerja. "Teruslah belajar dan beradaptasi, jagalah integritas dalam dunia yang penuh tekanan, dan jadikan pengabdian sebagai orientasi," pesannya dalam upacara yang melantik 2.028 wisudawan.
Acara wisuda ini semakin istimewa dengan kehadiran Febrian Alphyanto Ruddyard, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas yang juga merupakan alumni Hubungan Internasional Unpad. Sebagai perwakilan alumni, ia mengingatkan bahwa gelar akademik adalah tanggung jawab moral. "Gelar yang diterima hari ini bukanlah hak istimewa, melainkan tanggung jawab untuk memperbaiki apa yang belum baik dan memperjuangkan apa yang benar," tutupnya.