Ekonomi

IHSG Diprediksi Menguat Menjelang Akhir Pekan, Rekomendasi Saham JPFA dan BMRI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami kenaikan pada perdagangan saham akhir pekan ini dengan beberapa saham yang direkomendasikan untuk dibeli.

J
Jaya Abdi
04 September 2026 1 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami peningkatan pada perdagangan saham di akhir pekan ini. Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengungkapkan bahwa IHSG diperkirakan menguat sebesar 1,09% menuju level 6.667, didukung oleh peningkatan volume pembelian. Kenaikan ini telah mencapai target yang sebelumnya diproyeksikan dan mulai menutup area gap.

Secara teknis, Herditya mengindikasikan bahwa IHSG saat ini berada dalam fase wave v dari wave (c), yang memberikan peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan dan menguji area 6.681 hingga 6.714. Ia juga mengingatkan untuk waspada terhadap kemungkinan koreksi jangka pendek ke level 6.649 hingga 6.669.

Target Support dan Resistance IHSG

MNC Sekuritas menetapkan target area support IHSG di kisaran 6.561 hingga 6.476, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.705 hingga 6.755. Support adalah area harga saham yang dianggap sebagai titik terendah pada satu waktu, di mana harga biasanya akan kembali naik karena meningkatnya daya beli. Di sisi lain, resistance merupakan tingkat harga saham yang dianggap sebagai titik tertinggi, di mana setelah menyentuh level ini, biasanya akan terjadi aksi jual yang cukup besar.

Rekomendasi Saham untuk Investor

MNC Sekuritas merekomendasikan untuk melakukan pembelian pada beberapa saham. Di antaranya adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dengan akumulasi beli di rentang Rp 675 hingga Rp 695 dan target harga di Rp 745 hingga Rp 785, serta level stoploss di bawah Rp 655. Selain itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga direkomendasikan untuk dibeli di area Rp 4.390 hingga Rp 4.430 dengan target harga di Rp 4.510 hingga Rp 4.590, serta stoploss di bawah Rp 4.320.

Phintraco Sekuritas juga memperkirakan bahwa IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan dan menguji area 6.705 hingga 6.760 pada perdagangan Jumat ini. Namun, investor disarankan untuk berhati-hati terhadap aksi ambil untung menjelang akhir pekan, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Dari sisi domestik, pasar juga mencermati rencana efisiensi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa anggaran MBG pada tahun 2027 yang awalnya sebesar Rp 240 triliun berpotensi ditekan menjadi di bawah Rp 200 triliun melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi. Badan Gizi Nasional (BGN) juga berencana untuk melakukan efisiensi anggaran MBG tahun depan dengan menghitung ulang kebutuhan anggaran 2027 berdasarkan pembenahan data penerima manfaat dan pelaksanaan program di lapangan.

Phintraco menambahkan bahwa jika anggaran untuk program MBG dapat dikurangi, diharapkan dana tersebut dapat dialokasikan untuk program lain yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan menekan defisit anggaran.

Dari perspektif global, Phintraco juga menyoroti pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan pada 6 September untuk membahas tingkat produksi minyak pada bulan Oktober. Sebelumnya, OPEC+ telah menaikkan kuota produksi sebesar 188 ribu barel per hari yang mulai berlaku pada September 2026. Rusia menyatakan bahwa OPEC+ tidak berencana untuk memangkas produksi di tengah pemulihan permintaan global. Jika kelompok produsen minyak tersebut kembali menaikkan produksi, tambahan pasokan dapat menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham, termasuk PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

Artikel Terkait