Ekonomi

IHSG Mengalami Kenaikan Mingguan Sementara Nilai Transaksi Harian Menurun

Bursa Efek Indonesia mencatat peningkatan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan, meskipun nilai transaksi harian justru mengalami penurunan.

A
Ananta Prana
20 June 2026 17 pembaca
Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)
Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan perkembangan perdagangan saham untuk periode 15-19 Juni 2026 yang menunjukkan variasi. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa IHSG mengalami kenaikan tertinggi sebesar 2,82 persen, sehingga ditutup pada level 6.177,139, naik dari posisi 6.007,656 pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat menjadi Rp10.788 triliun, mencatat kenaikan 2,51 persen dibandingkan dengan Rp10.524 triliun pada pekan lalu. Meskipun demikian, Kautsar mencatat bahwa rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan menjadi Rp24,81 triliun, berkurang 1,02 persen dari Rp25,06 triliun pada pekan sebelumnya.

Perubahan Volume dan Frekuensi Transaksi

Rata-rata volume transaksi harian BEI juga mengalami perubahan, turun sebesar 5,83 persen menjadi 34,03 miliar lembar saham, dibandingkan dengan 36,14 miliar lembar saham pada pekan lalu. Selain itu, frekuensi transaksi harian juga menurun sebesar 10,33 persen, dari 2,51 juta kali transaksi menjadi 2,25 juta kali transaksi.

Pada hari Jumat, 19 Juni 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp3,19 triliun, dan sepanjang tahun 2026, total nilai jual bersih oleh investor asing mencapai Rp68,25 triliun. Di akhir pekan ini, IHSG berhasil menguat dengan penutupan di zona hijau, naik tipis 4,80 poin atau 0,08 persen ke level 6.177,14.

Performa Saham yang Mendorong Indeks

Sepanjang hari tersebut, total nilai transaksi pasar mencapai Rp24,62 triliun, dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 28,30 miliar unit. Tingginya nilai transaksi ini menunjukkan adanya pergerakan modal yang aktif dari pelaku pasar domestik. Kenaikan indeks didorong oleh performa positif dari saham-saham yang tergolong sebagai top gainers.

Data perdagangan menunjukkan bahwa saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 34,29 persen menjadi Rp94 per lembar saham. Saham PT Bank JTrust Tbk (BCIC) juga mengalami kenaikan yang signifikan, mencapai 25,00 persen ke harga Rp145 per lembar. Selain itu, saham PT Mega Perintis Tbk (ZONE) dan PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) masing-masing mengalami kenaikan 25,00 persen dan 20,79 persen, dengan harga Rp545 dan Rp2.150 per lembar saham.

Menutup lima besar saham yang menguat, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) juga mencatatkan kenaikan sebesar 20,00 persen menjadi Rp7.800 per lembar. Kenaikan dari saham-saham ini memberikan dukungan yang kuat bagi indeks untuk menghindari potensi koreksi lebih dalam akibat aksi ambil untung dari investor.

Artikel Terkait