Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada sesi pertama perdagangan yang berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026. Setelah dibuka dengan penguatan, IHSG kehilangan momentum menjelang akhir sesi, ditutup dengan penurunan 5,85 poin atau 0,08 persen di level 7.168,47. Pada awal perdagangan, indeks sempat menunjukkan optimisme dengan pembukaan di angka 7.182,96.
Namun, tekanan jual mulai muncul setelah IHSG tidak mampu mempertahankan penguatan awal. Indeks bahkan sempat jatuh ke level terendah harian di 7.116,77 sebelum akhirnya berusaha bangkit dan mengurangi sebagian kerugian. Pergerakan intraday ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam situasi tarik-menarik antara aksi ambil untung dan upaya untuk rebound. Volatilitas yang cukup tinggi terlihat, terutama ketika tekanan datang dari saham-saham yang berfokus pada komoditas dan konglomerasi.
Pergerakan Saham di Sesi Pertama
Selama sesi pertama, tercatat sebanyak 398 saham mengalami penurunan, sementara 245 saham berhasil menguat dan 168 saham tidak mengalami perubahan. Tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari beberapa saham berkapitalisasi besar. Saham United Tractors (UNTR) tercatat turun 3,64 persen ke level 28.475, menjadikannya salah satu penyebab utama penurunan indeks. Saham Unilever Indonesia (UNVR) juga mengalami penurunan sebesar 1,36 persen ke level 1.810, dan saham Barito Pacific (TPIA) melemah 1,31 persen menjadi 5.650. Selain itu, Semen Indonesia (SMGR) turun 0,47 persen ke 2.140, sementara saham di sektor energi dan batu bara juga mengalami penurunan, seperti BUMI yang turun 0,87 persen menjadi 228 dan Darma Henwa (DEWA) yang terkoreksi 1,94 persen ke level 505.
Penopang dari Sektor Perbankan
Di tengah tekanan tersebut, pasar masih mendapatkan dukungan dari saham-saham perbankan besar. Saham Bank Central Asia (BBCA) menguat 2,41 persen menjadi 6.375, berfungsi sebagai salah satu penahan pelemahan IHSG. Selain itu, Bank Mandiri (BMRI) juga mengalami kenaikan 1,29 persen ke level 4.700 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 1,21 persen menjadi 3.350. Saham Telkom Indonesia (TLKM) turut memberikan dukungan dengan kenaikan 2,39 persen ke harga 3.000. Saham-saham rokok seperti HMSP dan GGRM juga bergerak positif, masing-masing naik 1,95 persen dan 1,67 persen.
Dalam hal transaksi, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia masih tergolong aktif. Total volume perdagangan saham pada sesi pertama mencapai sekitar 23,36 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,79 triliun. Frekuensi transaksi juga menunjukkan angka yang cukup tinggi, mencapai 1,42 juta kali. Hal ini mencerminkan bahwa pelaku pasar tetap aktif melakukan rotasi portofolio meskipun indeks menunjukkan pergerakan yang fluktuatif.
Secara keseluruhan, arah IHSG pada sesi pertama hari ini menunjukkan bahwa pasar masih berusaha mencari keseimbangan baru setelah adanya reli pada beberapa saham perbankan yang mulai diimbangi oleh tekanan pada saham-saham berbasis komoditas dan konglomerasi.